03 October 2020, 05:20 WIB

TMC Tahap Ketiga Andalan Kurangi Karhutla di Riau


(Fer/Ata/H-3) | Humaniora

TEKNOLOGI modifikasi cuaca (TMC) menjadi salah satu andalan dan mitigasi dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. TMC dilakukan terutama di provinsi rawan karhutla melalui rekayasa hujan dengan penyemaian awan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang mengatakan TMC merupakan sinergi KLHK, BPPT,
BNPB, TNI-AU, BMKG, dan Satgas Dalkarhutla Provinsi.

“Periode ketiga ini, TMC dilaksanakan di Riau sejak Jumat (24/7) hingga Selasa (30/9). Kita lakukan 50 sorti dengan NaCl yang disemai sebanyak 40 ton dengan perkiraan menghasilkan air hujan 108,5 juta m3. Operasi dinilai cukup berhasil mengurangi dan memitigasi terjadinya kebakaran,” sebut Basar dalam keterangan resmi, kemarin.

Selanjutnya Basar mengungkapkan, selain di Riau, TMC dilaksanakan di Sumatra Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Posko operasi yang berpusat di Sri Mulyono Herlambang
Palembang itu telah melakukan penyemaian awan sebanyak 40 sorti dengan NaCl yang disebar sebanyak 83,25 ton.

Bansar menambahkan, hingga Senin (29/9), TMC yang dilakukan sudah menghasilkan hujan dengan volume yang cukup untuk membasahi lahan sehingga menurunkan potensi
karhutla.

Sebelumnya, Kasubdit Penanggulangan Karhutla KLHK Radian Bagiyono mengatakan keberhasilan pencegahan karhutla di Tanah Air, selain karena faktor alam yang mendukung
di 2020, disebabkan pergeseran paradigma. “Berbeda dari pola sebelumnya, sejak 2016 paradigma baru lebih mengedepankan upaya pencegahan, melibatkan masyarakat, early
warning and detection system, early response, dan pengembangan instrumen,” ujar Radian. Ia mencontohkan perubahan itu termasuk operasi TMC untuk pencegahan karhutla tahun ini, tidak hanya untuk proses penanggulangan atau pemadaman seperti sebelumnya. (Fer/Ata/H-3)

BERITA TERKAIT