03 October 2020, 05:55 WIB

Tetap Menyasar Lorong


Lina Herlina | Nusantara

MOHAMMAD Ramdhan Danny Pomanto tahu cara membangun daerah. Ia pernah memimpin Kota Makassar pada 2014-2019.

Membangun kota tidak hanya menata pusat-pusat kegiatan bisnis dan pertemuan warga. Danny juga tidak pernah melupakan keberadaan lorong atau gang, yang di Makassar jumlahnya mencapai 7.500.

Saat memimpin, Danny sudah membenahi ribuan lorong menjadi lorong garden. Udara panas Kota Makassar di banyak gang menjadi sejuk karena berbagai tanaman yang menghiasinya.

Lengser pada 2019, Danny memilih menjadi kader Partai NasDem. Ia masih berbuat dengan menata gang-gang menjadi lorong NasDem.

"Jika kembali terpilih, saya berjanji akan menjadikan 5.000 gang di Makassar sebagai lorong wisata. Gang akan disulap menjadi destinasi wisata sehingga bisa ikut meningkatkan ekonomi warga," tutur Danny yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi menuju kursi Makassar 1 dan Makassar 2.

Prinsipnya, uang yang akan datang ke lorong. Bukan warga lorong yang harus membawa uang keluar dari gang.

Pemerintah kota akan membina para warga. Mereka dilatih membuat dan menjajakan beragam kuliner khas Sulawesi Selatan, seperti coto dan kopi toraja.

"Menjadi tugas pemerintah untuk mempromosikan dan menghadirkan pengunjung ke lorong-lorong. Untuk merealisasikan itu, nantinya akan disiapkan mobil listrik sebagai transportasi penunjang antarlorong. Mobil listrik itu gratis, yang akan dipakai pengunjung untuk masuk dari lorong ke lorong," tandasnya.

Ia menegaskan program ini dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi lorong yang sebelumnya kumuh menjadi asri, sejuk, dan indah. Selain itu, bisa berdaya guna untuk warga.

"Lorong wisata adalah pengembangan dari program lorong sebelumnya. Lorong wisata jadi pamungkas karena kami berharap ada UMKM bisa berkembang dari lorong," tandasnya.

 

Keberagaman

Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pasangan Syafruddin-Alpiya berkomitmen menjaga persatuan dan keberagaman di tengah masyarakat. "Masyarakat Tanah Bumbu patut berbangga diri karena hidup rukun dan damai, menjaga keberagaman," ujar Alpiya saat bersilaturahim di Pura Agung Wanahita, Desa Wonorejo, Kecamatan Satui.

Jika mendapat kepercayaan memimpin daerah ini, Alpiya berjanji akan terus menjaga keberagaman agama, suku, budaya, adat, dan tradisi. "Harus dilestarikan dan kita jaga dalam bingkai NKRI."

Kemarin, Alpiya juga menemui kelompok reog ponorogo di Desa Tegal Sari, Kecamatan Satui. (LN/DY/N-3)

BERITA TERKAIT