03 October 2020, 05:40 WIB

Semarang Bergerak Menuju Zona Hijau


(AS/BN/RK/YH/N-2) | Nusantara

KOTA Semarang yang sempat merah membara berangsur memasuki zona oranye. "Penambahan jumlah kasus baru semakin kecil, sedangkan tingkat kesembuhan pasien terus bertambah tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, kemarin.

Total pasien sembuh di ibu kota Jawa Tengah itu mencapai 6.989 pasien. Sampai kemarin, jumlah pasien yang masih harus dirawat mencapai 512 orang, terdiri dari 396 warga Semarang dan 116 orang rujukan dari daerah lain. Jumlah itu terus turun karena pada Rabu (30/9) ada 546 pasien dirawat dan Kamis (1/10) 521 pasien.

"Kami stabil berada di zona oranye. Secara bertahap, kami akan terus meningkatkan kesadaran dan protokol kesehatan sehingga Desember nanti ditargetkan Kota Semarang sudah berada di zona hijau," sambung Abdul Hakam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Fajar Purwoto juga mendukung target itu. "Upaya kami adalah menggencarkan razia penegakan disiplin protokol kesehatan. Dari hari ke hari, kami melihat tingkat kedisiplinan warga Semarang terus meningkat, dengan mengenakan masker di luar rumah."

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun semringah. "Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sudah tidak ada lagi zona merah. Ini bisa bertahan, bahkan membaik karena tingkat kedisiplinan warga menaati protokol kesehatan, saya lihat, juga meningkat."

Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji juga meniupkan kabar baik. Jumlah pasien sembuh sudah berada di atas jumlah kasus baru setiap hari. Dalam sepekan terakhir, angka kesembuhan harian rata-rata mencapai 22 pasien, sedangkan pasien baru 9 orang.

"Total warga yang sembuh sudah 1.531 orang. Saat ini masih ada 122 orang dirawat di rumah sakit dan 77 isolasi di rumah," tambahnya.

Riau juga mulai berseri. Kemarin, 279 pasien sembuh sehingga total selama masa pandemi ada 4.129 pasien yang sudah bisa beraktivitas normal kembali.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Dalam 1 hari ada 20 pasien sembuh, sedangkan penambahan hanya 2 kasus baru. (AS/BN/RK/YH/N-2)

BERITA TERKAIT