03 October 2020, 05:35 WIB

Biaya Tertinggi Swab Mandiri Rp900 Ribu


(Ata/X-8) | Nusantara

PEMERINTAH menetapkan tarif batas tertinggi pemeriksaan swab mandiri sebesar Rp900 ribu. Hal itu disampaikan Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir.

"Kami menyetujui batas tertinggi pengambilan swab sebesar Rp900 ribu," kata Kadir dalam konferensi pers yang dilangsungkan secara virtual, kemarin.

Dia mengungkapkan penetapan tarif batas atas tersebut telah dibahas secara matang oleh pihak Kemenkes dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Nantinya Kemenkes dan BPKP akan melakukan evaluasi secara periodik penetapan tarif batas atas itu.

"Kami meminta kepada semua dinkes provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melakukan pengawasan terhadap faskes dalam hal pemberlakuan batas harga tertinggi," terang Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam PMK, Iwan Taufiq Purwanto mengungkapkan penetapan harga batas tertinggi tersebut didasarkan pada hasil analisis yang dilakukan di 81 rumah sakit di Indonesia.

Menurut Iwan, terdapat sejumlah acuan dalam penghitungan tarif itu. "Mulai dari jasa pelayanan, SDM. Tentunya kami menghitung jasa pelayanan dokter, tenaga ekstraksi, hingga tenaga pengambilan sampel."

Acuan lainnya ialah komponen bahan habis pakai, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan. "Kami juga hitung harga reagen, mulai dari reagen ekstraksi dan PCR nya sendiri. Dihitung pula biaya pemakaian listrik, telepon, penyusunan alat, pengelolaan limbah, dan biaya administrasi," tambah Iwan.

Sebelumnya, biaya swab mandiri banyak dikeluhkan karena dinilai terlalu mahal. Di rumah sakit swasta, biaya bahkan bisa mencapai Rp1,6 juta dan kalau ingin hasilnya lebih cepat, biaya tersebut lebih mahal lagi. (Ata/X-8)

BERITA TERKAIT