03 October 2020, 05:22 WIB

Paslon Diminta Kuatkan Protokol saat Kampanye


Pra/AS/BB/X-6 | Politik dan Hukum

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pasangan calon kepala daerah untuk membentuk persepsi yang baik terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

Upaya tersebut, menurut Mendagri, sangat cocok dilakukan pada masa kampanye di era pandemi dan kegiatan kampanye pun bisa
dimodifikasi sepatut mungkin menjadi ajang penguatan protokol kesehatan di masyarakat. Para pasangan calon, misalnya, bisa membagi-bagikan alat-alat kesehatan, seperti masker, sabun, dan tempat cuci tangan.

“Nanti maskernya bisa dipasangi gambar pasangan calon, dikasih nama, nomor, dan pesan-pesan. Mereka bisa menaruh tempat cuci tangan di stasiun, terminal, pasar, yang juga ditempeli gambar mereka,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kemendagri, kemarin.

Selain itu, para pasangan calon juga bisa menyampaikan visi dan misi jika terpilih menjadi pemenang.

“Kalau jadi kepala daerah, apa yang akan Anda lakukan untuk menangani pandemi? Misalnya, kalau pilih saya, covid-19 tidak ada. Kalau pilih saya, PHK tidak ada. Janji kan boleh saja. Hal-hal seperti itu akan mewarnai proses pilkada. Itu yang kita harapkan,” tutur nya.

Senada , Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan data yang menurutnya unik. Dari 309 kabupaten/kota yang menghelat kampanye, sebanyak 45 daerah pada dua pekan lalu berstatus zona merah. Sepekan berselang, tinggal 29 daerah yang bertahan di zona me rah.

Di sisi lain, wilayah-wilayah yang tidak menyelenggarakan pilkada mengalami kenaikan status kewaspadaan, yakni dari 25 menjadi 33 daerah.

“Seperti di DKI Jakarta dan Aceh yang tidak ada pilkada justru angka infeksinya tinggi. DKI Jakarta selalu menjadi juara satu tertinggi
penularannya,” ujar Mahfud.

Dari data itu, ia mengartikan tingkat penyebaran covid-19 bukan ditentukan oleh ada atau tidaknya pilkada, tetapi lebih disebabkan oleh rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat.

Sementara itu, di berbagai daerah kampanye pilkada terus berlangsung. Dari Cianjur dilaporkan, KPU Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan skenario saat pemungutan suara pada Pilkada 9 Desember 2020.

Di setiap tempat pemungutan suara disiapkan bilik khusus semacam ruang isolasi bagi pemilih bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Di Semarang, PDIP disebut memecat Bupati Semarang Mundjirin dan putranya, Biena Mu- nawa Hatta sebagai anggota partai karena ti-
dak mendukung pasangan calon yang diusung PDIP, yakni Ngesti Nugroho-Basari.

Mundjirin dan Biena mencalonkan pasangan Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono. Bintang merupakan istri dari Mundjirin dan ibu dari dari Biena. (Pra/AS/BB/X-6)

BERITA TERKAIT