03 October 2020, 04:46 WIB

Mengakhiri Stigma Penalty United


Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola

KESUKSESAN Manchester United menyingkirkan Brighton 3-0 di ajang Piala Carabao Selasa malam atau Rabu dini hari lalu diraih dengan tiga gol indah yang diciptakan Scott McTominay, Juan Mata, dan Paul Pogba. Tidak ada penalti yang didapat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer untuk lolos ke perempat final Piala Liga Inggris.

Namun, stigma sebagai klub yang selalu diuntungkan oleh hadiah penalti begitu melekat pada tim ‘Setan Merah’. Di pertandingan Liga Primer
pekan lalu, Manchester United meraih kemenangan 3-2 juga dari Brighton melalui gol penalti Bruno Fernandes di detik-detik terakhir pertandingan.

Nama Manchester United pun dipelesetkan menjadi ‘Penalty United’. Mantan pelatih ‘Setan Merah’, Jose Mourinho, merupakan salah satu yang mencemooh. Olok-olok yang dibuat Mourinho antara lain menyebutkan Solskjaer berkeinginan agar ukuran kotak penalti diperbesar dari 17 meter menjadi 22 meter.

Perang urat saraf di antara kedua pelatih tidak terhindarkan karena kedua tim akan bertemu Minggu besok. Tottenham Hotspur akan bertandang ke Theater of Dream Old Trafford untuk menghadapi tuan rumah ‘Setan Merah’.

Solskjaer mengejek Mourinho yang mempersoalkan tentang tinggi gawang saat bertandang ke Macedonia untuk menjalani pertandingan Liga Eropa melawan Shkendija. Spurs menang 3-1 dalam pertandingan itu, tetapi the Special One mempertanyakan tinggi gawang yang berbeda dengan biasanya.

Kurang pemain

Manchester United menghadapi persoalan inkonsistensi dalam permainannya di awal musim kompetisi ini. Solskjaer dikritik keras karena
tidak cepat untuk menarik pemain baru di tengah jadwal kompetisi yang begitu ketat.

Perbedaan kualitas pemain utama dan lapis kedua membuat penampilan ‘Setan Merah’ sering naik-turun. Ketika Anthony Martial atau Marcus Rashford harus istirahat karena cedera, pemain penggantinya terlalu jauh untuk menutup gap yang ada. Mason Greenwood, yang menjadi andalan, terlalu muda untuk dipaksa bermain terus-menerus.

Solskjaer sebenarnya berharap bisa menarik Jadon Sancho dari Borussia Dortmund sebagai pemain andalan. Namun, Dortmund berkukuh untuk mematok harga 120 juta euro atau sekitar Rp2 triliun apabila ‘Setan Merah’ memang serius untuk mendapatkan penyerang asal Inggris itu.

Pihak Manchester United keberatan membayar harga setinggi itu. Sebagai gantinya Solskjaer berupaya bisa meminjam gelandang Barcelona asal Prancis, Ousmane Dembele. Namun, Dembele lebih memilih tetap di Blaugrana bila pelatih Ronald Koeman memang menginginkannya bertahan.

Satu-satunya pemain baru yang ditarik ‘Setan Merah’ ialah gelandang asal Ajax Amsterdam, Donny van de Beek. Pemain muda asal Belanda ini sudah membuktikan kualitasnya sebagai calon bintang sejak membela Ajax. Solskjaer puas dengan penampilan Donny saat diturunkan menghadapi Brighton di Piala Carabao dan satu assist-nya membuat Mata bisa menyumbangkan satu gol kemenangan.

Untuk menghadapi Spurs besok malam, Manchester United memang punya banyak pilihan di lapangan tengah. Donny bisa berpasangan playmaker Fernandes dan Rashford untuk menopang Martial sebagai ujung tombak tunggal.

Dua gelandang bertahan bisa diisi Pogba dan Nemanja Matic atau dua pemain muda yang selalu siap menjadi worker, yaitu McTominay dan Fred. Menghadapi Spurs yang memiliki kecepatan, Solskjaer perlu memainkan McTominay atau Fred untuk membantu Pogba menjaga keseimbangan tim.

Kapten kesebelasan Harry Maguire masih menjadi tanda tanya untuk bisa diturunkan atau tidak. Sejak kasus hukum di Yunani, konsentrasi Maguire sangat terganggu. Ia khawatir harus mendekam di penjara akibat tindakan pidana yang dilakukan di sebuah pub saat liburan akhir kompetisi lalu.

Pilihan Solskjaer untuk mengisi jantung pertahanan kini bertumpu pada Eric Bailly dan Victor Lindelof. Apabila Luke Shaw bisa tampil sebagai bek kiri dan Aaron Wan-Bissaka mengawal sektor kanan pertahanan, setidaknya kiper David de Gea bisa lebih percaya diri menahan gempuran Harry Kane dan kawan-kawan.

Satu yang menjadi modal utama ‘Setan Merah’ dalam menjamu the Lilywhite ialah kebugaran pemain. Manchester United hanya bermain pada Sabtu dan Selasa sebelum tampil lagi Minggu besok. Sebaliknya, Kane dan kawan-kawan harus menjalani jadwal pertandingan padat Minggu, Selasa, dan Kamis sebelum bertandang ke Old Trafford.

Tanpa Son

Padatnya jadwal pertandingan bukan hanya berpengaruh kepada kemampuan fi sik, melainkan juga menyebabkan cedera pemain. Spurs dipastikan tidak diperkuat Son Heungmin karena terbalut cedera.

Pemain baru yang direkrut dari Real Madrid, Gareth Bale, juga masih dalam pemulihan dari cedera lutut yang dialami saat masih di La Liga Spanyol. Padahal kalau Bale bisa tampil, dia bisa menjadi penyerang sayap yang lebih berbahaya dari Son.

Namun, Mourinho bisa tersenyum karena ia mendapat suntikan baru dengan hadirnya Sergio Reguilon. Pemain muda asal Real Madrid ini bisa ditempatkan sebagai gelandang, tetapi saat tertekan bisa menjadi bek kiri yang diandalkan.

Saat dipercaya tampil menghadapi Chelsea di babak keempat Piala Carabao, Reguilon mampu mematikan gerakan penyerang sayap the Blues, Callum Hudson-Odoi. Spurs bisa lolos ke perempat fi nal setelah menang adu tendangan penalti dari Chelsea.

“Tim asuhan saya sangat fenomenal. Mereka bisa membuat Chelsea menjadi biasa saja pada babak kedua. Inilah yang membuat saya lebih percaya diri dengan tim sekarang ini,” tegas Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu sangat bersemangat untuk membawa timnya tampil di Old Trafford. Apalagi, mereka pada Kamis lalu mampu mengandaskan Maccabi Haifa 7-2 untuk lolos ke babak utama Liga Eropa. Ujung tombak Kane mencetak hattrick dalam pertandingan itu. Demikian pula Dele Alli, Giovani Lo Celso, dan Lucas Moura produktif menyumbangkan gol.

Kehadiran kembali Alli semakin menambah keyakinan Mourinho untuk bisa mencuri angka di Old Trafford. Ia masih memiliki Steven Bergwijn dan Lucas Moura untuk mengisi posisi Son dan Bale.

Di lapangan tengah, selain Reguilon masih ada Harry Wink yang bisa diturunkan atau pemain asal Denmark, Pierre-Emile Hojbjerg. Mourinho tinggal memilih untuk mengikuti pola 4-2-3-1 yang dipakai Manchester United atau menerap- kan pola 3-5-2 dengan Reguilon dan Serge Aurier sebagai ge- landang yang berperan ganda sebagai bek sayap ketika dalam tekanan.

Kehadiran mantan kiper nasional Inggris, Joe Hart, semakin memperkuat pertahanan Spurs. Ia bisa bergantian dengan kiper nasional Prancis Hugo Lloris untuk mengawal gawang Spurs. Dengan dua kiper andalan ini, ‘Setan Merah’ harus berjuang keras untuk membobol pertahanan Spurs.

Pekerjaan berat memang dipikul Fernandes. Ia menjadi andalan ‘Setan Merah’ untuk tidak lagi kehilangan poin. Kalau Fernandes bisa menjalankan peran untuk mengatur serangan, Manchester United mempunyai peluang besar untuk mempermalukan bekas pelatih mereka. Paling tidak bisa menjawab bahwa ‘Setan Merah’ ialah Manchester United, bukan Penalty United.

BERITA TERKAIT