03 October 2020, 08:25 WIB

Immunomodulator Covid-19 LIPI Tunggu Persetujuan Badan POM


Zubaedah Hanum | Humaniora

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah menunggu hasil verifikasi  Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) soal kandidat immunomodulator (pengatur sistem kekebalan tubuh) pasien covid-19 yang ditelitinya.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko kepada Panja Komisi IX DPR RI yang berkunjung ke Kompleks Cibinong Science Center – Botanical Garden (CSC-BG) LIPI, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (1/10).

"LIPI telah melakukan uji klinis immunomodulator terhadap pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Sekarang  kita masih menunggu hasil yang akan dikeluarkan oleh BPOM apakah immunomudulator ini memenuhi syarat atau tidak,” kata Laksana seperti dikutip dari laman resminya, Sabtu (3/10).

Riset immunodulator covid-19 menggunakan kekayaan biodiversitas Indonesia yaitu, jahe merah, meniran, sambiloto, sembung dan jamur Cordyceps Militaris. Pengujian kandidat immunomodulator herbal Indonesia tersebut dilakukan tim peneliti Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI), PT Kalbe Farma Tbk, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Uji klinisnya sendiri sudah dilakukan pada 8 Juni-16 Agustus 2020 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta. Jika proses penelitian ini berjalan dengan baik dan Badan POM meyetujui khasiat dari dua produk yang telah diuji klinis, maka dua formula ini bisa dijadikan fitofarmaka dengan harga terjangkau karena merupakan bahan lokal.

Cordyceps merupakan sejenis jamur yang tumbuh di pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet. Jamur ini bermanfaat untuk atasi masalah pernapasan dan mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh.

"Jamur Cordyceps militaris merupakan salah satu bahan natural terbaik untuk memperkuat imunitas tubuh karena mengandung cordycepin, adenosin, dan polisakarida," kata Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya Widodo, dalam webinar yang digelar PT Kalbe Farma, beberapa waktu lalu.

Ketiga kandungan tersebut, imbuhnya, membuat jamur Cordyceps militaris berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh dan menghambat perkembangan virus covid-19. (H-2)

BERITA TERKAIT