02 October 2020, 21:26 WIB

Mantan Hakim Agung Minta Publik Objekif Menilai MA


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MANTAN Hakim Mahkamah Agung (MA) Gayus Lumbun meminta masyarakat objektif melihat putusan yang muncul dari peninjauan kembali (PK). MA tidak dalam posisi bertentangan dengan pemberantasan rasuah namun bekerja sesuai tugas yakni memberikan keadilan.

"Mari objektif melihat putusan PK karena MA berupaya memberikan keadilan. Ini supaya kita terhindar dari memberikan stigma yang tidak perlu mengenai pemberantasan korupsi," katanya kepada Media Indonesia, Jumat (2/10).

Ia mengatakan, terdapat tiga poin untuk melihat PK secara objektif. Pertama dari persyaratan pengajuan permohonan, fakta dan putusan.

Tugas MA, kata dia, memastikan proses peradilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau judex yuris. Itu seperti terlihat dalam penanganan PK mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Majelis PK memberi putusan terhadap Anas delapan tahun penjara atau sesuai dengan peradilan tingkat I. "Mungkin majelis PK menjalani putusan sebelumnya yakni 14 tahun tidak berkeadilan sehingga dikembalikan sesuai putusan sebelumnya," ujarnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa hakim memilih independensi yang harus dihormati semua pihak. Putusan yang sudah dibuat hakim tentunya didasarkan pada fakta yang ada dan masyarakat bisa mempelajarinya.

Gayus mengatakan sesuai teori peradilan bertugas memberikan kepastian hukum, keadilan dan manfaat. "Tentu keadilan menjadi dasar hakim dalam memutuskan setiap perkara," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT