02 October 2020, 20:55 WIB

Jam Malam Diberlakukan, Tasikmalaya Laiknya Kota Mati


Adi Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tasikmalaya memberlakukan pembatasan kegiatan pada malam hari hingga pukul 20.00 WIB. Pemberlakuan tersebut, membuat seluruh perekonomian terutama pelaku usaha, seni dan budaya harus tutup sebelum ditindak.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, di kawasan pusat pertokoan di sepanjang Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, hampir seluruh aktivitas berhenti sebelum pukul 20.00 WIB. Perlahan kawasan yang biasanya menjadi pusat titik keramaian dan kemacetan menjadi kawasan Kota mati. Pejalan kaki tidak ada lagi yang hilir mudik di sana.

Petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya terus berkeliling. Jika ada toko dan pedagang kaki lima kedapatan masih beraktivitas diminta untuk menutup usahanya.

"Kita keliling untuk menindak warga yang tidak menggunakan masker, sosialisasi berlakunya jam malam dan toko-toko hingga usaha lainnya. Kalaum masih ada aktivitas kita suruh tutup. Aturan ini berlaku hingga 12 Oktober 2020," kata Perwira Pengendali (Padal) Kapten Chb Agus Rakhmat, Jumat (2/10) malam.

Surat edaran tentang pembatasan kegiatan peningkatan dalam kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, meminta agar seluruh kegiatan publik dibatasi mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB. Kegiatan publik yang telah mendapat pengecualian hanya fasilitas tenaga kesehatan, institusi/kesatuan dan petugas keamanan, SPBU, hotel, dan pasar malam.

Terkait kebijakan ini, pedagang buah di Jalan KHZ Mustofa, Deni Mustofa, 38, mengakui mendukung aturan jam malam ini. Meskipun memberatkan para pedagang. Deni berharap, Pemkot Tasikmalaya juga menyiapkan bantuan bagi pedagang. Sebab penghasilan pedagang makin berkurang. (OL-13)

BERITA TERKAIT