02 October 2020, 20:51 WIB

Penempatan Dana di Himbara Ditambah Jadi Rp47,5 Triliun


M.Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PROGRES penyaluran kredit dari dana pemerintah oleh Himbara tampak memuaskan pemerintah. Pengambil kebijakan berencana untuk melakukan penempatan dana tahap II kepada Himbara mencapai Rp47,5 triliun. Rinciannya, Bank Mandiri Rp15 triliun, BRI Rp15 triliun, BTN Rp10 triliun dan BNI Rp7,5 triliun.

Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Jumat (2/10). Menurutnya, pada tahap II ini bunga yang diberikan akan lebih rendah dibanding tahap pertama yang mencapai 3,42%. “Bunganya di-pass trhough perbankan 2,84%,” kata Airlangga.

Di tahap pertama, kata dia, Himbara telah berhasil memenuhi permintaan pemerintah untuk menggandakan penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah. Dia bilang, penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah itu mencapai Rp141,48 triliun.

“Penempatan dana pemerintah terhadap perbankan, ini dilakukan oleh Himbara dan ini penggunaannya sudah Rp141,48 triliun, jadi leverage-nya rerata 4,7 kali,” ujarnya.

Penempatan dana pemerintah pada perbankan itu dilakukan pada akhir Juni 2020 di Bank Mandiri Rp10 triliun, BRI Rp10 triliun, BNI Rp5 triliun dan BTN Rp5 triliun. Program tersebut meminta perbankan untuk menggandakan penyaluran kredit hingga 3 kali lipat dari dana yang diterima oleh bank.

Penyaluran kredit itu ditentukan pemerintah selama 3 bulan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 104/2020 tentang Penempatan Dana Pemerintah dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca juga : Pemerintah: Ekonomi Indonesia Kembali Normal pada 2022

Penempatan dana pemerintah pada bank umum juga hanya dapat dilakukan pada 2020 karena merupakan bagian dari program PEN. Itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 23/2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

Selain Himbara, pemerintah turut menempatkan dana pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Syariah mencapai Rp11,2 triliun.

“Pada hari ini penempatan dana kepada dua BPD, BPD Sulawesi Selatan Barat Rp1 triliun dan BPD Kalbar Rp500 miliar dan penempatan BPD Sumut dan BPD Jambi yang akan dilaksanakan maupun ditempatkan pada 8 Oktober,” jelas Airlangga.

“Dengan penempatan dana PEN yang terealisasi (pada Himbara) tahap ke-II, BPD tahap I totalnya adalah Rp61,7 triliun,” pungkas dia.

Secara menyeluruh, progres serapan anggaran PEN telah mencapai 45,5% atau Rp316,27 triliun dari dana yang dialokasikan sebesar Rp695,2 triliun.

Rincian realisasinya yakni bidang kesehatan 25% atau sekitar Rp21,92 triliun dari alokasi dana mencapai Rp87,5 triliun; perlindungan sosial 77% atau Rp157 dari total alokasi Rp203,9 triliun; dukungan sektoral Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah Rp25,1% atau Rp26,61 triliun dari Rp106 triliun; dukungan UMKM 66,3% atau Rp81,85 triliun dari total Rp123 triliun dan insentif usaha baru mencapai Rp28 triliun dari yang dialokasikan sebesar Rp120,61 triliun. (OL-7)

BERITA TERKAIT