02 October 2020, 18:59 WIB

Tarif Batas Atas Pemeriksaan PCR Rp900 Ribu


Atalya Puspa | Humaniora

PEMERINTAH menetapkan tarif batas tertinggi pemeriksaan swab mandiri yakni sebesar Rp900 ribu. Penetapan tarif batas atas tersebut telah dibahas secara matang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal itu disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir. "Kami menyetujui batas tertinggi pengambilan swab sebesar Rp900 ribu," kata Kadir dalam konferensi pers yang dilangsungkan secara virtual, Jumat (2/9).

Kemenkes dan BPKP akan melakukan evaluasi secara periodik terhadap penetapan tarif batas atas tersebut. "Kami meminta kepada semua dinkes provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melakukan pengawasan terhadap faskes dalam hal pemberlakuan batas harga tertinggi," bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam PMK, Iwan Taufiq Purwanto, mengungkapkan, penetapan harga batas tertinggi tersebut berdasar pada hasil analisis yang dilakukan pada 81 rumah sakit di Indonesia. Terdapat sejumlah acuan dalam penghitungan tarif tersebut.

Acuan itu mulai dari jasa pelayanan sampai sumber daya manusia. "Tentunya kami menghitung jasa pelayanan dokter, tenaga ekstraksi, hingga tenaga pengambilan sampel," ungkapnya.

Selain itu, acuan lainnya yakni komponen bahan habis pakai, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan. "Kami juga hitung harga reagen, mulai dari reagen ekstraksi sampai PCR-nya sendiri," tambahnya. Ada pula biaya pemakaian listrik, air, telepon, penyusunan alat, pengelolaan limbah, dan administrasi. (OL-14)

BERITA TERKAIT