02 October 2020, 17:16 WIB

IHSG Terkoreksi karena Pelaku Pasar Cari Aman


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Jumat (2/10) ditutup pada level 4.926,73. Artinya, ada koreksi sebesar 0,87% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan melihat dari kronologisnya, dari awal perdagangan, IHSG sempat menguat, kemudian pelaku pasar melakukan profit taking. Di sesi kedua, setelah adanya berita Trump positif covid-19, pelaku pasar bereaksi hingga IHSG melemah. Tapi tidak lama, IHSG kembali menguat meski belum setinggi sehari sebelumnya.

Kepanikan pelaku pasar yang berlebih ini terjadi akibat banyak spekulasi pada dua hal. Keduanya yaitu pengumuman Trump positif covid-19 terjadi tidak lama setelah dia selesai debat capres dan angka penularan Covid-19 yang tidak terkendali di AS sehingga kemungkinan ada potensi lockdown kembali.

"Ini masih spekulasi. Masalahnya Donald Trump tidak bisa ditebak maunya ke mana. Bisa jadi, dia memang benar kena covid-19. Namun bisa jadi, ini hanya akal-akalan dia untuk menunda debat sambil cari-cari ide untuk kampanye, atau kemungkinan lain. Apapun dimungkinkan. Apalagi kalau melihat dia sepertinya masih ingin menjabat Presiden lagi. Banyaknya ketidakpastian itu yang akhirnya membuat pasar cenderung volatile dan cenderung cari aman," kata Reza, saat dihubungi, Jumat (2/10)

Pada perdagangan sesi II, IHSG sempat terjun hingga 1,5%, tidak lama berselang pengumuman bahwa Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, positif terjangkit covid-19.

Tidak hanya terjadi IHSG, koreksi juga terjadi pada Indeks Dow Jones 30 atau Dow Jones Future Index sebesar 400 poin (-1,48%). Indeks ini merupakan salah satu indeks saham tertua di dunia dan sering kali digunakan sebagai acuan naik turunnya perdagangan saham dunia. (OL-14)

BERITA TERKAIT