02 October 2020, 16:35 WIB

Malam kian Memanas, Apa Sebabnya?


Galih Agus Saputra | Weekend

Sudah banyak ahli yang mengatakan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Tetapi, sangat jarang yang meneliti bagaimana dampaknya terhadap perbedaan suhu atau cuaca di siang dan malam hari.

Daniel Cox dari University of Exeter, Inggris ialah salah seorang peneliti yang mengamati hal tersebut. Melalui makalah yang terbit di jurnal Global Change Biology, ia mengatakan bahwa kini  malam lebih panas dari pada sebelumnya.

Daniel dan tim mengungkapkan hal itu setelah membandingkan kenaikan suhu di siang dan malam hari sejak 35 tahun belakang hingga 2017 silam. Menurut mereka, pemanasan global sebenarnya telah meningkatkan suhu keduanya setidaknya dengan rata-rata 0,25 C. Akan tetapi, mereka juga mengutarakan bahwa lebih dari separuh daratan dunia, kini rupanya memiliki perbedaan suhu pada malam dan siang hari.

Sebagai contoh, kawasan Eropa, Afrika Barat, Amerika Serikat bagian barat, dan Asia Tengah sekarsnh cuacanya lebih panas. Sebaliknya  cuaca siang hari lebih panas di Amerika Serikat bagian selatan, Meksiko dan Timur Tengah. Perubahan itu terjadi karena perubahan iklim telah berimbas pada perubahan awan.  Saat tutupan awan meningkat, sinar matahari terhalang di siang hari, akan tetapi awan justru menahan lebih banyak panas dan kelembapan di malam hari. Fenomena seperti ini lah yang menyebabkan malam menjadi semakin panas.

Daniel dan tim, lantas menjaskan perubahan ekosistem ini dapat memengaruhi ekosistem. "Jadi, perubahan asimetris antara suhu siang dan malam di berbagai belahan dunia akan memiliki konsekuensi besar bagi spesies yang menghuni wilayah tersebut dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim", kata mereka, seperti dilansir The Guardian, tutur Daniel, Jumat, (2/10).

Spesies yang hanya aktif pada malam atau siang hari saja, kata Daniel, akan sangat terpengaruh dengan perubahan ini.  Meningkatnya perburuan yang dilakukan anjing liar Afrika di malam hari, misalnya, adalah salah satu contoh dari pengaruh tersebut dan berpotensi mengganggu rantai makanan. Daniel dan tim juga telah mengamati pertumbuhan vegetasi. Menurut mereka, salah satu konsekuensi besar dari perubahan suhu cuaca ini telah mengakibatkan pertumbuhan vegetasi berkurang di malam hari. (The Guardian/M-2) 

 

BERITA TERKAIT