02 October 2020, 15:18 WIB

Pemerintah: Ekonomi Indonesia Kembali Normal pada 2022


Despian Nurhidayat | Ekonomi

KETIDAKPASTIAN akibat pandemi covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhir meskipun saat ini masyarakat dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kondisi kenormalam baru.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, jika dilihat dari mobilitas atau aktivitas ekonomi, Indonesia saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Namun menurutnya, kondisi baru akan benar-benar normal kemungkinan di 2022.

“Walaupun kita lihat dari tanda-tanda mobilitas membaik dan mudah-mudahan kita bisa lihat gimana Indonesia dan juga gimana seluruh dunia mulai bisa melakukan new normal. Tentunya new normal berhenti di suatu saat, sehingga benar-normal entah 2021 2022,” ujar Febrio dalam konferensi pers secara daring, Jumat (2/10).

Dia melanjutkan, krisis akibat pandemi covid-19 ini pun berbeda dengan yang terjadi saat 2008 maupun 1998. Saat ini, tak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi corona ini berakhir.

“Tapi di covid-19 ini, dampaknya sangat beda. Karakteristik krisis beda. Kalau yang global asian financial crisis, kita bisa hitung, perkirakan kapan berakhir,” sambungnya.

Meski demikian, dia berharap di tahun depan ekonomi bisa lebih baik dari tahun ini. Otoritas fiskal pun memproyeksi pertumbuhan ekonomi bisa pulih sebesar 5% di 2021, jauh lebih besar dibandingkan tahun ini yang diprediksi minus 0,6% hingga minus 1,7%.

“Tapi secara tanda-tanda, dengan angka yang kita lihat, harusnya 2021 lebih baik dari 2020. Khususnya kalau 2020 tertekan sangat dalam,” pungkas Febrio. (OL-4)

BERITA TERKAIT