02 October 2020, 15:16 WIB

IHSG Amblas Pasca Trump Positif Covid-19


Fetry Wuryasti | Ekonomi

TIDAK lama berselang dari Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia dan istrinya, Melania Trump positif terjangkit Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi 1,5% pada pembukaan perdagangan sesi II, Jumat (2/10).

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan tertularnya virus korona pada Trump, membuat kemungkinan AS akan kembali melakukan lockdown. Padahal dia melihat Amerika tidak mungkin melakukan lockdown lagi setelah pandemi penularan virus korona memuncak sangat tinggi.

Baca juga: Trump Mengaku Sengaja Kecilkan Bahaya Covid-19

Ini akan berdampak koreksi ke semua pasar saham dunia. Karena banyak investasi datang dari AS. Sehingga sentimennya akan jangka pendek bagi pasar saham.

"Hipotesis saya, negara tersebut bisa lockdown bila Trump terkena Covid-19. Saya pikir ke depan potensi di AS lockdown akan ada lagi setelah Trump kena Covid-19. Sehingga pasar merespons negatif," kata Hans Kwee saat dihubungi, Jumat (2/10).

Kedua, Trump diketahui sangat anti dengan penggunaan masker dan protokol kesehatan yang berlaku untuk memitigasi penularan Covid-19. Setelah dia tertular, pasti popularitas dia turun akibat apa yang dia lakukan dan terancam sulit untuk menang dalam pemilihan Presiden AS.

"Sehingga membuka peluang dia kalah pada pemilu 3 November nanti. Dengan posisi itu, apakah dia bisa menghadiri debat capres atau tidak, sulit diprediksi," kata Hans Kwee.

Sedangkan bila pesaingnya yaitu Joe Biden menang, akan berdampak kepada penguatan imbal hasil US yield treasury dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

"Sehingga ini menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi Indonesia. Jadi pasar saham merespon itu negatif," kata Hans Kwee. (OL-6)

BERITA TERKAIT