02 October 2020, 15:07 WIB

Ini Beberapa Motif Batik Nusantara yang Perlu Anda Ketahui


Bagus Pradana | Weekend

SEBAGAI sebuah produk budaya, batik memang sudah dikenal luas oleh berbagai kalangan di Indonesia, maupun mancanegara. Kini di hampir tiap daerah bahkan mendaku memiliki motif batik khas  masing-masing. Dalam perkembangannya batik menjelma menjadi semacam pakaian resmi yang kedudukannya setara dengan kemeja dan jas.

Di antara corak motif batik yang beraneka ragam tersebut, terdapat makna filosofi yang melandasi kehadirannya. Pemilihan motif batik ini juga identik dengan bahasa simbolik dari pemakainya, yang biasanya merepresentasikan strata sosial, pengharapan, bahkan kadang sebagai bentuk penghormatan.

Dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober ini, ada baiknya kita sedikit mengenal tentang khazanah batik Nusantara, khususnya motif-motif umum yang biasa dikenakan dalam acara-acara resmi beserta makna yang terkandung di dalamnya. Berikut kami tampilkan 10 motif batik populer yang disarikan dari berbagai sumber:

1. Motif Batik Sido Mukti

Motif Batik Sido Mukti adalah salah satu motif yang sering dikenakan dalam acara-acara pertemuan resmi. Dalam bahasa jawa kata 'Sido' berarti 'Jadi' dan 'Mukti' memiliki arti makmur atau berkecukupan. Diharapkan orang yang memakai batik ini akan mendapatkan kelimpahan rezeki.

2. Motif Batik Sido Asih

Selain Sido Mukti ada juga Sido Asih yang berasal dari kata 'Sido' yang artinya 'Jadi' dan 'Asih' yang berarti 'Kasih Sayang'. Motif ini merupakan intepretasi dari filosofi kasih sayang yang dipahami oleh orang Jawa. Biasanya motif Sido Asih ini digunakan busana pernikahan yang harapannya kedua mempelai pengantin penggguna batik ini akan menjalani kehidupan baru yang penuh kasih sayang.

3. Motif Batik Sekar Jagad

Motif Batik Sekar Jagad atau yang berarti bunga dunia adalah motif yang menampilkan banyak sekali interpretasi dari berbagai macam bunga dalam motif batik yang pernah dikreasikan. Harapan yang tersemat dalam motif batik ini adalah agar orang yang memakainya selalu dilimpahi dengan keindahan atau pesona yang akan tercermin dalam setiap tindakannya.

4. Motif Batik Udan Riris

Udan riris atau hujan gerimis merupakan motif batik yang identik dengan bentuk-bentuk garis. Motif ini cukup lazim diadaptasi dalam berbagai busana-busana batik formal. Motif ini mengandung makna tentang pengharapan sang pemakai untuk mendapatkan keberlimpahan rezeki serta pengetahuan seperti hujan gerimis.

5. Motif Batik Truntum

Motif Truntum adalah motif yang terinspirasi dari benih-benih yang disemai dan baru saja tumbuh (Thukul), dalam adat Jawa. Motif ini sering dipakai oleh para orang tua saat akan menikahkan anaknya. Biasanya orang yang memakai motif ini memiliki pengharapan tentang kebahagiaan dan keberkahan kepada generasi-generasi penerusnya.

6. Motif Batik Grompol

Grompol memiliki arti berkumpul atau bersatu. Motif yang diinterpretasikan dalam gambaran biji-bijian yang mengumpul ini juga merupakan motif yang diperuntukan kepada para orang tua. Motif Grompol menyiratkan harapan dan doa tentang persatuan dan keharmonisan yang diharapkan oleh orang tua kepada anak-anaknya.

7. Motif Batik Cakar Ayam

Sama seperti namanya motif Cakar Ayam memang terinspirasi dari kebiasaan ayam mengais-ngais tanah untuk mencari makan. Motif ini juga menyematkan tentang harapan kemandirian tersebut, yaitu tentang nasihat mengenai hidup mandiri dan kewajiban mencari nafkah sendiri yang biasanya diwejangkan oleh orang tua kepada anaknya. Motif Cakar Ayam termasuk motif yang juga diperuntukan bagi orang tua.

8. Motif Batik Wahyu Tumurn

Motif yang digambarkan dengan ornamen ikonik sebuah mahkota yang terbang dan diapit oleh dua ekor burung ini adalah salah satu motif batik klasik yang sarat akan filosofi. Motif ini menyimbolkan pengharapan agar pemakainya mendapatkan petunjuk atau anugrah yang berlimpah dari Tuhan. 

9. Motif Batik Gurdha

Motif batik Gurdha atau Garuda ini juga merupakan motif batik yang cukup umum ditemui. Gurdha merupakan penggambaran dari Burung Garuda yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kepercayaan masa lalu masyarakat Nusantara. Motif ini juga merupakan simbol tentang kharisma dan kepemimpinan, biasanya motif ini diperuntukan sebagai penghormatan kepada para tokoh masyarakat, dengan harapan yang agar sang pemakai batik ini menjadi pribadi yang kharismatik, teguh, dan bertanggung jawab dalam mengemban tugasnya.

10. Motif Batik Mega Mendung

Sejarah tentang kemunculan motif batik Mega Mendung ini berhubungan dengan kedatangan bangsa Tiongkok ke wilayah Cirebon, yang kemudian menciptakan akulturasi budaya dari dua kebudayaan yang berbeda.

Motif ini identik dengan bentuk awan berwarna biru, yang memiliki kedalam makna, yang mencerminkan tentang keikhlasan dan penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya. Motif ini juga merupakan motif khas daerah Cirebon. (M-4)

BERITA TERKAIT