02 October 2020, 13:45 WIB

Hari Batik, Saatnya yang Muda Ikut Cawe-Cawe


Haryanto | Nusantara

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi perhatian besar pada perkembangan batik di wilayahnya. Karena itu, pada momentum peringatan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10), ia menyediakan banyak waktu untuk hadir dalam acara Kenduren UMKM yang digelar secara daring oleh Bank Indonesia perwakilan Solo.

"Hari Batik Nasional harus dijadikan momen para desainer, seniman
batik muda dan UMKM Batik untuk tetap berinovasi dan berkreasi meski
di tengah pandemi. Kami semua berharap batik Jawa Tengah bisa terus berkembang," ujar Ganjar.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Yayasan Batik Indonesia Yanti
Airlangga, Kepala Perwakilan BI Solo Bambang Pramono, Forkopimda Solo
dan perwakilan dari komunitas seniman muda batik.

Lebih jauh Ganjar mengatakan, pembahasan batik saat ini tak lagi sekadar memakai, tapi jua bagaimana mengembangkannya. "Para seniman muda batik diharapkan dapat menciptakan kreasi baru yang membuat batik Jateng lebih berkembang."

Ia mendorong dibentuknya komunitas para desainer atau seniman batik muda yang akan melahirkan desain-desain batik yang lebih banyak
lebih inovatif, kreatif dan beragam. "Itu akan lebih membuat
batik yang ada di Jateng berkembang."


Ganjar berharap, batik menjadi tidak hanya sekadar kain pengganti
pakaian formal atau baju yang dipakai untuk acara khusus saja. Ia ingin bisa muncul banyak desain khusus dan menggambarkan cerita yang
beragam.

Selain itu, alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menambahkan nilai lebih dan bisa dibuat desain khusus yang bisa menggambarkan cerita yang banyak sekali. "Mudah-mudahan di hari batik ini akan muncul mereka-mereka yang sangat peduli pda batik dan bisa mengembangkannya dengan baik."

Bank Indonesia Dorong Dimulainya Pertanian Digital di Kupang

Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pusat,
Rosmaya Hadi menegaskan bahwa di tengah pandemi covid-19, semua
pihak harus berinovasi, terutama usaha kecil menengah bidang batik.

"BI berkomitmen mendukung UMKM, terutama produsen batik. Kami berharap mereka melakukan 3A yakni agile, adjustment dan akselerasi," jelasnya.

Terlepas dari itu, Rosmaya mengapresiasi Gubernur Jateng yang hingga
hari ini tak lelah mendorong dan menyemangati pelaku UMKM untuk
survive di masa pandemi. "Semoga yang dilakukan Pak Ganjar bisa ditiru oleh kami dan kepala daerah lain untuk membantu UMKM." (N-2)

 

 

 

BERITA TERKAIT