02 October 2020, 14:05 WIB

45 juta Orang Indonesia Tidak Mempercayai Adanya Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

KETUA Satuan Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Doni Monardo mengungkapkan, masih ada orang yang tidak percaya dan yakin tidak akan terkena covid-19. Jumlah mereka hanya 17%, dari keseluruhan penduduk Indonesia, namun menurut Doni itu itu angka yang besar.

Hal itu didapatkan dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 90 ribu orang yang dilakukan pada 14 hingga 21 September 2020 lalu.

"Ini angka yang sangat besar sebab 17% artinya sama dengan 44,9 juta orang," kata Doni dalam acara Kickoff Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, Jumat (2/9).

Dari survei itu juga diketahui, sebanyak 55% masyarakat mengaku tidak mematuhi protokol kesehatan karena tidak adanya sanksi. "Masyarakat masih memiliki ketergantungan terhadap adanya sanksi. Di sini dapat dilihat bahwa tingkat kesadaran kolektif dan pribadi masih belum maksimal," imbuhnya.

Selanjutnya, sebanyak 19% masyarakat enggan menerapkan protokol kesehatan karena minimnya contoh yang ditampilkan oleh pimpinan dan pejabat publik.

"Oleh karenanya ketauladanan sangat penting. Kita harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat selama beraktivitas bersama masyarakat. Menggunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan," ucapnya.

Doni menyatakan, dengan kondisi yang dihadirkan lewat data tersebut, menjadi satu tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran maasyarakat.

"Ini jadi tantangan. Bagaimana kita meyakinkan bahwa covid-19 ini adalah nyata. Bukan rekayasa, bukan konspirasi. Korban jiwa di tingkat global sudah mencapai 1 juta orang, yang terpapar 33 juta orang. Itu bukan angka yang sedikit," paparnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan, Satgas Covid-19 menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan sosialisasi 3M terhadap masyarakat di satuan terkecil, mulai dari keluarga, komunitas, hingga individu.

"Tolong diingatkan kepada masyarakat bahwa permintaan pakar epidemiolog, dan pemerintah, agar kita patuh pada protikol kesehatan. Karena itu tidaklah sebanding dengan perjuangan para dokter. Bahkan tidak sedikit dokter yang gugur dalam tugasnya merawat pasien," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyambut baik perintah Satgas Covid-19 terhadap BKKBN untuk meningkatkan kesadaran di tengah masyarakat.

"Kita sadari bahwa sangat penting untik bahu membahu, gotong-royong, agar kita punya kekuatan besar. Karenanya kami sangat mendukung konsep yang ada di lapangan. Kita akan berupaya mengubah perilaku masyarakat agar tertib menerapkan protokol," tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT