02 October 2020, 12:28 WIB

Luhut Sebut Omnibus Law Strategi Dongkrak Investasi


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law merupakan strategi pemerintah dalam mendongkrak investasi.

"Omnibus Law menjadi kunci memudahkan investasi masuk terutama dalam hal penyederhaan perizinan hingga kawasan ekonomi khusus," ungkap Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Adanya pandemi covid-19, kata Luhut, menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga memengaruhi konsumsi. Oleh karena itu, perlu dorongan dari pengeluaran pemerintah dan penambahan investasi.

Baca juga: Jika Disahkan, RUU Cipta Kerja Permudah Sertifikasi Halal

“Kita dorong pengesahan Omnibus Law dan mendukung kalangan bisnis dan masyarakat yang terkena dampak covid-19,” tutur Luhut.

Luhut juga mengabarkan, selain Tiongkok maupun negara-negara barat, investasi dari negara-negara Islam dari Arab dan Afrika di Indonesia jumlahnya cukup signifikan.

“Kita telah mendatangani nota kesepahaman sebesar US$22,8 miliar dengan Uni Emirat Arab pada 12 Januari lalu,” jelas Menko Luhut.

Detail kerja sama tersebut antara lain, lanjutnya, adalah untuk pengembangan energi berkelanjutan, transformasi ketahanan energi menjadi energi berkelanjutan, serta mendukung nilai asli Islam dalam mendorong toleransi dan beberapa lainnya.

“Perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) dari negara Islam pada 2019 didominasi Uni Emirat Arab sebesar 69.7%,” beber Menko Luhut.

Terbaru, Indonesia dengan perusahaan Uni Emirat Arab juga bekerja sama memproduksi vaksin covid-19.

“Mereka, UEA, berkomitmen menyediakan 10 juta dosis untuk Indonesia dan melakukan kerja sama yang lebih luas untuk produksi farmasi di pasar Timur Tengah, Afrika, dan beberapa negara lainnya,” pungkas Luhut. (OL-1)

BERITA TERKAIT