02 October 2020, 12:02 WIB

Partai Amien Rais Bisa Layu Sebelum Berkembang


Ade Alawi | Politik dan Hukum

LANGKAH mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendirikan Partai Ummat diperkirakan akan menghadapi jalan terjal nan berliku. Pasalnya, untuk membangun partai diperlukan kelembagaan dan pelembagaan.

“Berdasarkan kedua prasyarat tersebut (kelembagaan dan pelembagaan), peluang partai Amien Rais pada Pemilu 2024 cukup berat. Apalagi kalau melihat elektabilitas PAN selama ini yang cenderung stagnan dalam 5 kali Pemilu di Tanah Air,” kata pakar politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, saat dihubungi, Jumat (2/10).

Baca juga: Amien Rais Umumkan Kehadiran Partai Ummat

Kelembagaan, kata dia, adalah tersedianya infrastruktur organisasi mulai dari pusat sampai daerah dengan SDM yang menggerakkannya sesuai dengan standar legalitas kepartaian. Kelembagaan membutuhkan kekuatan modal untuk mengoperasikannya.

“Tanpa modal yang kuat, kelembagaan bisa jadi hanya struktur di atas kertas, mudah lapuk dan layu oleh panas dan hujan kepentingan yang liar,” jelasnya.

Adapun pelembagaan, lanjutnya, kemampuan konsolidasi internal partai dalam menerjemahkan visi dan misi partai. Sebagai partai baru pelembagaan akan mudah apabila ia lahir dari kehendak yang sama tentang urgensi partai baru, sekaligus sebagai diferensiasi dan distingsi dari partai lainnya yang sudah ada.

“Apabila aspek ini tidak terpenuhi, partai baru ini seperti menggarami air laut,” katanya.

Kepastian Deklarator partai matahari membangun partai baru yang bernama Partai Ummat disampaikan dalam “Mukaddimah Partai Ummat” di akun YouTube Amien Rais Official, Kamis (1/10).

"Partai Ummat insya Allah bertekad bekerja dan berjuang bersama anak banga lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," kata Amien.   

Dia juga mengatakan Partai Ummat akan memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal.

Pembentukan Partai Ummat oleh Amien merupakan imbas perpecahan pasca-Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Februari 2020 lalu.

Amien mendukung pasangan Mulfachri Harahap-Hanafi Rais melawan petahana dalam pemilihan ketua umum PAN baru. Dalam kongres yang berlagsung ricuh itu, Zulkifli Hasan yang merupakan besan Amien Rais terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2020-2026.

Menurut Bakir, pembentukan Partai Umat oleh Amien Rais  secara tidak langsung mendegradasi komitmennya dalam membentuk partai yang terinstitusionalisasi sekaligus menjadi pilar penting bagi konsolidasi demokrasi.

“Amien Rais gagal mengantarkan PAN yang dilahirkannya besar dalam pangkuannya. Seperti orangtua yang tidak mampu membesarkan anaknya karena tidak sesuai harapan, terus bikin anak lagi. Padahal namanya anak, ya tergantung bagaimana orangtua membimbing dan membesarkannya,” pungkas Bakir. (OL-1)

BERITA TERKAIT