02 October 2020, 11:15 WIB

Ekspektasi Positif, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (2/10) dibuka pada level 4.969,25 per lembar saham.

Data inflasi Indonesia yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik diharapkan bisa menambah optimisme pasar terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi domestik di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Fase-II yang sedang dijalankan oleh DKI Jakarta.

"Saham-saham blue chip juga turut mendorong penguatan IHSG kemarin dan kami perkirakan masih akan berlanjut hingga hari ini. Menutup minggu ini, kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan yang ditopang oleh saham domestik serta harapan perbaikan kinerja kuartal di 2020 yang lebih baik," kata Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Samuel Sekuritas Suria Dharma, Jumat, (2/10).

Pasar saham AS ditutup menguat, DJIA +0,13% ke level 27,816, S&P500 +0,53%, dan Nasdaq +1,42%. Bursa AS sedikit menguat sebagai respons atas rencana paket stimulus pandemi yang dikeluarkan DPR AS sebesar US$2,2 triliun. Meski demikian, dengan mayoritas kursi senat yang masih dikuasai oleh Partai Republik, ada kemungkinan paket tersebut akan sulit disahkan.

Harga minyak WTI berada pada level US$38,4, minyak Brent US$40,6, dan emas US$1.909 per ons.

Net buy asing pada pasar regular mencapai Rp65,3 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler Kamis (1/10) dicetak oleh oleh ASII (Rp27 miliar), PGAS (Rp14 miliar), dan ERAA (Rp13 miliar). Sementara net buy asing dicatatkan oleh TLKM (Rp131 miliar), BBRI (Rp 51,8 miliar), dan BMRI (Rp 36,7 miliar).

Di rentang waktu Senin-Kamis pekan ini, IHSG melemah -0,24% disertai net sell asing IDR 1,43T pada pasar regular. (E-2)

BERITA TERKAIT