02 October 2020, 10:47 WIB

Penggunaan Batik Ramah Lingkungan di Ruang Tidur


Mediaindonesia.com | Weekend

MINIMNYA  kegiatan di luar rumah, maka penggunaan batik semakin jarang di ruang publik. Sleep Project Indonesia,  perusahaan kreatif di bidang tekstil yang memenuhi kebutuhan perlengkapan tidur,  menyadari bahwa para perajin batik lokal perlu dirangkul untuk tetap bertahan di tengah krisis ekonomi dan kesehatan ini. Solusinya, penerapan batik dalam perlengkapan rumah, salah satunya tempat tidur.

“Sehingga meskipun di rumah saja, orang bisa tetap berbatik. Para perajin pun tetap bisa bekerja, bertahan hidup, sambil meneruskan budaya yang sudah turun temurun ini,” kata Rory Asyari, co-founder Sleep Project Indonesia, dalam keterangan resminya, Jumat (2/10).

Menurut dia, material perlengkapan tidur berasal dari material 100% katun, tanpa poliester, dan bukan sintetis. Dengan pemilihan bahan baku ramah lingkungan, kesadaran akan cinta keberlangsungan hayati dapat dimulai dari rumah yang bahkan ada di dalam kamar tidur masing-masing.

Ada pun pilihan warna untuk koleksi batik ini di antaraya warna pastel, mulai dari hijau, biru, dan merah muda. Penamaannya terinspirasi dari tokoh pewayangan Jawa, seperti Jatayu Jambon, Arjuna Wilis, Arjuna Maya, Bima Wilis, dan Bima. (M-4)

BERITA TERKAIT