02 October 2020, 04:00 WIB

Kunjungan Wisman Meningkat Perlahan


(Hld/J-1) | Megapolitan

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan kunjungan wisata mancanegara (wisman) ke DKI Jakarta pada bulan Agustus 2020 mencapai 4.487 wisman.

“Terjadi kenaikan kunjungan wisman pada Agustus cukup besar 42,63% dari 3.146 menjadi 4.487,” jelas Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga dalam konferensi per
secara virtual, kemarin.

Namun, apabila dibandingkan dengan kunjungan wisman pada Agustus 2019, tingkat penurunannya masih ta jam, sebesar -98,22%. Angka ini diperoleh dari 251.808 pada Agustus tahun lalu menjadi 4.487 di Agustus 2020 ini.

Turunnya kunjungan wisman ke Tanah Air dapat dilihat dari lemahnya pergerakan di jalur udara, laut, dan darat ke Indonesia. Jalur udara, misalnya, meski posisi bulanan
(month to month/mtm) membaik, tapi bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) penurunannya amat curam.

Adapun dari wisman yang berkunjung ke DKI selama Agustus ini mayoritas berasal dari Tiongkok sebesar 36%, Korea Selatan 11%, Jepang 6%, Amerika Serikat 5,2%, dan
Prancis 2,3%.

“Namun, memang kunjungan wisman ini adalah untuk ke perluan dinas atau pekerjaan. Bukan untuk leisure (waktu luang),” jelasnya.

Buyung juga mengatakan rata-rata lama tamu menginap di hotel Jakarta kategori berbintang secara keseluruhan turun menjadi selama 2,08 hari. Angka ini turun se banyak
0,13 hari dari rata-rata lama menginap di bulan Juli 2020 yang mencapai 2,21 hari.

Adapun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di DKI Jakarta bulan Agustus 2020 tercatat 36,18%, turun sebesar 4,85% dibandingkan TPK bulan
Juli 2020. Untuk diketahui, TPK merupakan persentase banyaknya malam kamar yang terjual terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia pada hotel
berbintang.

Menurut klasifikasi hotel berbintang bulan Agustus 2020, TPK hotel bintang satu merupakan yang tertinggi ya itu 51,13%. (Hld/J-1)

BERITA TERKAIT