02 October 2020, 09:11 WIB

Hadapi Krisis Ekonomi, Masyarakat Harus Tingkatkan Gotong Royong


Supardji Rasban | Nusantara

KETUA Insititut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said, mengingatkan masyarakat harus siap menerima kondisi terburuk dalam perekonomian nasional sebagai dampak pandemi Covid-19, yakni soal resesi ekonomi. Menteri Keuangan sudah memastikan ekonomi Indonesia akan mengalami resesi. Oleh sebab itu Sudirman meminta masyarakat haris soap menerima kondisi terburuk.

"Kita harus menerima dan bersiap dengan kondisi terburuk," kata Sudirman dalam diskusi webinar bertema Mencari jalan keluar defisit APBN, Kamis (1/10) malam.

Sudirman menyebut, resesi ekonomi harus dihadapi bersama-sama seluruh komponen bangsa. 

"Pemerintah harus memperluas jangkauan, jangan mempersempit ruang gerak, serta memperbanyak opsi untuk mengatasi problem yang muncul," ucap Sudirman.
 
Sudirman mengatakan belajar dari krisis ekonomi 1966, 1998, dan 2004 (tsunami Aceh-Nias), maka pemerintah harus mendengarkan dan menerima masukan sebanyak-banyaknya dari para ahli.
     
"Kumpulkan ahli-ahli terbaik. Percayakan kepada mereka untuk mencari jalan keluar dari krisis ini," urainya.
     
Peran dan keterlibatan para ilmuwan dalam menangani krisis pernah sangat menonjol ketika menghadapi kriris 1966, sejumlah ekonom andal menjadi tulang punggung dari pemulihan ekonomi awal orde baru. 

"Begitupun krisis tahun 1998 juga bisa diatasi karena peran para ahli di bidang masing-masing," paparnya.
     
Lebih lanjut Sudirman menyampaikan, dalam kondisi saat ini solidiraritas sesama komponen bangsa harus ditingkatkan. Sifat gotong royong yang diwarisi para leluhur harus dihidupkan dalam kehidupan sosial.

"Kompetisi jangan dipacu. Rem dulu kompetisi karena kepentingan politik elektoral. Nasib negara dan kemanusiaan harus di atas kepentingan elektoral," tandasnya.

baca juga: Transisi Energi Nasional di Indonesia Harus Jadi Komitmen
     
Menurut mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut, sudah saatnya pemerintah menata ulang prioritas pembangunan. Di antaranya dengan mendrop poyek-proyek fisik berskala besar, hemat pengeluaran apalagi untuk hal-hal yang kurang perlu.
     
"Fokus pada kesehatan warga negara, serta prioritaskan membangun jarring pengaman sosial yang kokoh untuk menghindari gejolak di masyarakat," tuturnya.
     
Sudirman mengusulkan pembentukan task force full time khusus mengurus krisis ini.
     
"Mereka tidak dibebani tugas-tugas rutin ngurusi kementerian, birokrasi, atau BUMN.  Bila perlu bentuk Kementerian Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi," pungkas pria kelahiran Brebes itu. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT