02 October 2020, 07:55 WIB

Akhiri Kebuntuan, Pimpinan Uni Eropa Setujui Sanksi untuk Belarus


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PARA pemimpin Uni Eropa setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat di Belarus, Jumat (2/10) pagi WIB, mengakhiri kebuntuan diplomatik dengan Siprus yang setuju mengirim pesan keras kepada Belarus.

Daftar sanksi tersebut menargetkan sekitar 40 pejabat senior di Belarus yang dituduh memalsukan hasil pemilihan presiden dan berada di balik tindakan keras terhadap pengunjuk rasa damai setelah pemilu 9 Agustus.

"Kami memutuskan, hari ini, untuk menerapkan sanksi," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel kepada wartawan setelah memimpin KTT di Brussel.

"Sangat penting untuk melakukan apa yang kami putuskan beberapa minggu yang lalu, dan mengirimkan sinyal kami dapat dipercaya," lanjutnya.

Baca juga: Pertempuran Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Terus Memanas

Namun, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, yang dianggap berbagai pihak bertanggung jawab terkait pemalsuan proses pemilu, tidak termasuk dalam daftar sanksi.

Michel mengatakan blok itu akan mengikuti situasi dan dapat mengubah daftar sanksi.

Sanksi tersebut termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi mereka yang menjadi sasaran. (DW/AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT