02 October 2020, 07:27 WIB

Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Cenderung Membaik


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PERKEMBANGAN penanganan covid-19 di 10 provinsi prioritas menunjukkan kondisi yang positif. Persentase angka kesembuhan terlihat meningkat, pertambahan kasus terkonfirmasi positif virus korona juga menurun, serta kasus kematian cenderung menurun.

Hasil evaluasi periode 13-27 September 2020, Satgas Penanganan Covid-19 menguraikan konstribusi kasus secara nasional di 10 provinsi prioritas. Kesepuluh provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Papua, Bali, dan Banten.

Kontribusi 10 provinsi prioritas terhadap nasional, per 13 September, persentase kasus aktif menyumbang 71,86% dari kasus nasional. Kemudian pada 20 September, persentase menurun menjadi 70,41%, dan pada 27 September turun lagi menjadi 67,62%.

Baca juga: Perilaku Disiplin 3M Kunci Utama Menekan Penularan Covid-19

"Ini adalah kabar baik dan perlu ditekan sehingga kasus aktif di 10 provinsi prioritas dapat terus menurun," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10).

Dilihat dari kasus sembuhnya, terjadi peningkatan baik tingkat nasional maupun 10 provinsi prioritas. Namun diakuinya, konstribusi kesembuhan 10 provinsi prioritas terhadap kesembuhan nasional mengalami penurunan.

Per 13 September, persentase kesembuhan 80,15%, lalu per 20 September, menurun menjadi 79,65%, dan 27 September menurun lagi menjadi 79,35%.

"Kalau kita meningkatkan kesembuhan pada 10 provinsi prioritas ini, angka nasional juga akan meningkat secara signifikan," ujar Wiku.

Sedangkan pada kasus kematian terjadi peningkatan pada tingkat nasional maupun 10 provinsi prioritas ini. Kontribusinya terhadap nasional Per 13 September, 77,67%, per 20 September, 80,47%, dan 27 September 80,18%.

Ia pun merincikan kasus yang ada pada 10 provinsi prioritas perkembangan kasusnya berbeda-beda.

Secara umum persentase kasus aktif menurun, kecuali di Sulawesi Selatan dan Papua.

Sulawesi Selatan sempat mengalami peningkatan persentase kasus aktif pada 20 September sebesar 23,90% dari 20,77% per 13 September. Dan pada 27 September 23,23%.

Sedangkan Papua kasus aktifnya meningkat cukup signifikan, yaitu per 13 September berada di 22,72% naik menjadi 29,5% pada 20 September dan naik lagi menjadi 35,7% pada 27 September.

"Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus menekan penularan sehingga dapat menurunkan kasus aktifnya," lanjut Wiku.

Pada kesembuhan cenderung meningkat di seluruh provinsi prioritas. Namun, di Sulawesi Selatan dan Papua, menurun.

Sulawesi Selatan menurun dari 76,37% per 13 September, menjadi 74,06% pada 27 September. Papua menurun dari 76,01% per 13 September menjadi 62,8% pada 27 September.

Untuk kasus kematian cenderung mengalami stagnan bahkan terjadi peningkatan di sejumlah provinsi prioritas. Untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan.

"Kami mohon 10 provinsi ini, tentunya seluruh provinsi di Indonesia, untuk terus menekan angka kematian dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan penanganan kasus terutama pada geja sedang dan berat, sehingga angka kematian dapat ditekan menjadi tidak ada penambahan sama sekali," lanjut Wiku.

Selain itu, perkembangan secara nasional dalam sepekan terakhir, terdapat 20 provinsi dengan jumlah kasus yang meningkat dibanding minggu sebelumnya. Ada 14 provinsi dengan kasus menurun dibandingkan Minggu sebelumnya.

Sampai dengan 27 September, provinsi dengan peningkatan kasus paling tinggi ialah Jawa Barat dengan penambahan 1.726 kasus, disusul DKI Jakarta dengan penambahan kasus sebanyak 1.002 kasus, dan Kalimantan Timur dengan penambahan 584 kasus.

Untuk provinsi dengan penambahan kasus terendah dalam satu pekan terakhir ialah Nusa Tenggara Barat dengan 2 kasus, Sulawesi Tengah 6 kasus, dan Kalimantan Selatan 9 kasus.

"Kami mohon agar dapat ditekan sedikit lagi agar minggu depan tidak terjadi penambahan kasus sama sekali," ujarnya.

Apresiasi diberikan pada 14 provinsi dengan penurunan kasus dalam seminggu terakhir paling tinggi di Jawa Timur 445 kasus, Sumatra Utara 233 kasus, dan Aceh 205 kasus. (OL-1)

BERITA TERKAIT