02 October 2020, 06:29 WIB

Larangan Kantong Plastik Perlu Diiringi dengan Edukasi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

LARANGAN penggunaan plastik di DKI Jakarta harus berbanding lurus dengan edukasi kepada masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri dan memulai mengurangi penggunaan plastik.

Arsitek yang juga sekaligus Pelaku Hidup Minim sampah, Astri Puji Lestari, mengatakan setiap regulasi harus berbanding lurus antara larangan dan edukasi jangan sampai larangan ada tetapi edukasi tidak terpenetrasi dengan baik.

Baca juga: Obat Covid-19 Covifor Hambat Replikasi Virus

"Memang penetrasi edukasi sangat tidak mudah jadi aku pikir berkewajiban bertanggungjawab edukasi sendiri dan lingkungan sekitar," kata Astri saat dialog Nunggu Sunset yang bertajuk Mimpi Jakarta Bebas Plastik yang diadakan Media Indonesia, Kamis (1/10).

Diketahui, per 1 Juli 2020, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.

Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Atit, begitu ia akrab disapa, juga menilai saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk hidup minimalis dan minim sampah. Karena mobilitas setiap orang masih terbatas sehingga ada waktu untuk memulai hidup minimalis.

"Bisa dimulai apa yang ada di depan mata, di rumah dan dari diri sendiri. Jadi yakini apa yang harus kita lakukan," ujar Atit.

Dirinya menilai karena berdekatan dengan pandemi Covid-19 penerapan larangan kantong plastik sekali pakai di Ibu Kota belum banyak diterapkan oleh masyarakat.

"Sejujurnya jika dilihat banyak masyarakat yang membawa botol minum sendiri dan kantong belanja (totebag) sendiri iya tentu. Tetapi ketika delivery makanan bisa numpuk sampah totebag sering terjadi. Seakan sampah plastik berganti dengan sampah totebag sehinga ini yang harus dipikirkan," tukasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

(OL-6)

BERITA TERKAIT