02 October 2020, 06:21 WIB

Dubes Al-Busyra Dorong Generasi Muda Bekali Diri dengan Soft Skill


Haufan Hasyim Salengke | Humaniora

GENERASI muda Indonesia perlu mengembangkan kebiasaan mendengarkan orang lain dengan baik, belajar banyak dari berbagai sumber, menyampaikan gagasan dan pendapat, ikut dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan terdekat, dan melihat tidak hanya ke atas, tetapi juga ke bawah.

Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dalam kuliah umum virtual yang disampaikan di depan sekitar 250 mahasiswa baru President University Jakarta Raya, Kamis (1/10). Kuliah umum itu bertajuk Emotional Intelligence: The importance of soft skills in international relations.

“Dengan mengembangkan sikap dan kebiasaan tersebut, akan mudah didapatkan soft skills yang memang sangat dibutuhkan seseorang dalam bersikap terutama untuk mengembangkan karier lebih baik,” kata Al Busyra yang pernah dua kali mengikuti program pemuda Indonesia-Kanada itu.

Baca juga: Perguruan Tinggi Harus Atasi Gap Digital

Pada kesempatan itu Al Busyra juga menjelaskan pentingnya soft skills dalam melakukan berbagai hubungan dan kerja sama internasional.

Soft skill adalah suatu kepribadian, atribut personal, dan kemampuan seseorang berkomunikasi dengan baik dalam berinteraksi dengan lingkungan. Sementara hard skills adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan tertentu dan spesifik.

Duta Besar menjelaskan, sukses seseorang di dalam karirr ditentukan 80% oleh soft skills dan 20% oleh hard skills. Namun, kedua skills tersebut perlu saling memperkaya.

Sementara itu, dosen President University Muhammad AS Hikam, pada kuliah umum tersebut, menjelaskan berbagai teori, fakta, dan pentingnya soft skills bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk sukses dalam karier setelah tamat kuliah nanti. (OL-1)

BERITA TERKAIT