02 October 2020, 06:14 WIB

Amien Rais Umumkan Kehadiran Partai Ummat


Ant/Ths/P-2 | Politik dan Hukum

POLITIKUS senior nasional Amien Rais mengumumkan hadirnya partai politik baru yang didirikannya, yakni Partai Ummat. Partai itu disebutnya bertekad memegang teguh Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, dan semua aturan demokrasi universal.

Dalam penjelasannya melalui kanal Youtube, kemarin, Amien mengatakan bahwa kitab suci Alquran mendorong umat beriman agar dalam mengarungi kehidupan di dunia senantiasa melaksanakan dua perintah Allah SWT secara serentak.

Pertama, kata dia, melakukan al-amru bil maruf dan an-nahyu anil munkar, yaitu memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan. “Kedua, menjalankan al-amru bil adli dan an-nahya anudzulimi, yaitu menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman,” ujar Amien.

Menurut mantan Ketua MPR RI itu, yang pertama itu berge rak lebih pada tataran personal, familier, dan komunal (level mikro), yang kedua bergerak lebih pada tataran nasional (level makro) dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan.

“Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal. Akan tetapi, sebaliknya pula hanya negara yang dapat menegakkan keadilan secara merata,” tutur pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Pada akhirnya, kata Amien, segolongan umat manusia harus berikhtiar menegakkan keadilan sekaligus melawan kezaliman secara sistematik lewat perjuang an politik seperti yang akan dilakukan Partai Ummat.

Di kesempatan terpisah, Wa kil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengucapkan selamat datang kepada Partai Ummat dalam gelanggang politik nasional Indonesia. Dengan mendirikan parpol baru, berarti secara legal konstitusional Amien telah keluar dari PAN.

“Pak Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Oleh karena itu, Pak Amien Rais sudah tidak identik lagi dengan PAN,” tandas Viva.

Viva mengatakan secara ideologi politik, PAN dan Partai Ummat berbeda. PAN berideologi nasionalis-religius sedangkan Partai Ummat merupakan partai Islam. Perbedaan ideologi politik akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat. (Ant/Ths/P-2)

BERITA TERKAIT