02 October 2020, 03:20 WIB

PGN Pertahankan Kinerja di Tengah Pandemi


Media Indonesia | Ekonomi

SEBAGAI Subholding Gas PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Tbk berhasil mempertahankan kinerja operasional yang cukup stabil selama masa covid-19.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan, meski sempat ter dampak signifi kan oleh covid-19, kinerja operasional PGN menunjukkan peningkatan yang positif sampai Agustus 2020.

“Volume distribusi gas meningkat dari Juli 2020 sebesar 787 BBTUD menjadi sebe sar 819 BBTUD pada Agustus 2020. Anak Perusahaan PGN, PT Pertamina Gas (Pertagas) menyumbang 83 BBTUD dan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) menyumbang 4 BBTUD, sedangkan untuk volume transmisi meningkat dari Juli 2020 sebesar 1.226 MMSCFD mencapai 1.257 MMSCFD pada Agustus 2020,” jelas Rachmat dalam keterangan tertulisnya.

Rachmat menambahkan, penyaluran gas bumi ke pelanggan industri tertentu sesuai Kepmen ESDM 89K/2020 telah terealisasi 71% dari total alokasi. Pada Agustus 2020, realisasi tersebut meningkat menjadi 270 BBTUD dari 250 BBTUD pada Juli 2020.

Rachmat berharap, dalam beberapa waktu ke depan, industri bisa semakin tumbuh sehingga ada peningkatan penyerapan gas. Optimisme PGN dalam melaksanakan Kepmen ESDM 89K/2020 diharapkan bisa menggerakkan produktivitas industri.

Adapun untuk realisasi penyaluran gas untuk pelanggan pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91K/020 telah mencapai kurang lebih 77% dari total alokasi gas sebesar 315 BBTUD. Namun, pada Agustus 2020, realisasi penyaluran gas ke pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91.K/2020 mengalami penurunan sekitar 3% karena ada penurunan permintaan energi listrik.

Rachmat menambahkan, pada 2020, PGN mengalokasikan anggaran belanja modal atau Capex sebesar US$300 juta hingga US$500 juta dan telah merealisasikannya sebesar US$123 juta sampai dengan Agustus 2020.

Rachmat mengungkapkan, Capex sebesar US$62 juta itu dialokasikan untuk mendukung usaha hulu (upstream), sedangkan un tuk bisnis hilir (downstream) sebesar US$58 juta dan pengembangan fiber optik sebesar US$3 juta.

“Pengembangan bisnis hulu meliputi pengem bangan blok minyak dan gas, termasuk Lapangan West Pangkah dan Sidayu,” jelas Rachmat. (E-1)

BERITA TERKAIT