02 October 2020, 05:40 WIB

Obat Covid-19 Covifor Hambat Replikasi Virus


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

OBAT antivirus Remdesivir dengan merek Covifor siap diedar­kan di Indonesia oleh perusahaan farmasi PT Kalbe Farma bekerja sama dengan PT Amarox Pharma Global. Satu dosis Covifor dibanderol seharga Rp3 juta.

“Kerja sama pemasaran dan distribusi ini akan kami lakukan segera karena sudah kesepakatan untuk memberikan layanan kepada pasien yang ada di rumah sakit,” kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Vidjongtius dalam Konferensi Pers Virtual peluncuran obat antivirus Covifor (Remdesivir), Kamis (1/10).

Penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan khusus mengobati pasien covid-19 dengan kondisi berat yang dirawat di rumah sakit. Pengguna Covifor harus berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kilogram. “Kita semua berpacu dengan waktu supaya layanan kesehatan kepada seluruh pasien covid-19 bisa dilajukan semaksimal mungkin sehingga penyembuhan semakin banyak terjadi di semua lokasi,” katanya lagi.

Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Covid-19 Erlina Burhan menjelaskan Remdisivir merupakan obat antivirus yang sebelumnya telah berhasil digunakan untuk mengobati pasien ebola. “Cara kerja Remdisivir ini menghambat replikasi virus sehingga tidak terjadi keparahan lebih lanjut,” kata Erlina.

Di banyak negara, obat ini diujicobakan untuk pasien covid-19 dan memberikan hasil yang baik. Sebelumnya, pengobatan pada pasien covid-19 menggunakan obat oseltamivir dan avigan yang kurang efektif bagi pasien berat.

PT Amarox Global Pharma ialah anak usaha dari Hetero, salah satu perusahaan farmasi generik terkemuka di India dan produsen obat antiretroviral terbesar di dunia. Hetero’s Amarox Global Pharma ialah perusahaan pertama yang menerima persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) untuk Remdesivir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Hetero ialah perusahaan pertama yang meluncurkan Remdesivir generik dan telah memasok sekitar 800.000 dosis obat untuk lebih dari 100.000 pasien di berbagai negara.

Long hauler

Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Tanah Air hingga 1 Oktober 2020 menjadi 291.182 orang setelah ada penambahan sebanyak 4.174 orang. Sebanyak 218.487 pasien dinyatakan sembuh dan meninggal dunia 10.856 orang.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Husein Habsyi mengatakan Indonesia menjadi negara tertinggi jumlah penambahan kasus kematian covid-19 per hari di kawasan ASEAN.

Dalam webinar yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dokter spesialis penyakit dalam Adityo Susilo mengingatkan para tenaga kesehatan untuk mewaspadai fenomena baru long hauler pada penyintas covid-19.

“Penderita covid-19 dengan klasifikasi sedang hingga berat bisa saja mengalami long hauler. Ini isu yang baru, tetapi kenyataannya kita yang berhadapan langsung dengan pasien covid-19. Kita akan mendapatkan keluhan-keluahan seperti ini,” kata Aditya.

Long hauler iaah istilah yang diungkapkan untuk menggambarkan pasien-pasien yang sembuh dari covid-19, tetapi masih mengeluhkan gejala covid-19. “Sekarang bagaimana caranya kita untuk memberikan edukasi kepada pasien bahwa long hauler bukan terus akan terjadi,” beber Aditya. (Fer/Wan/H-2)

BERITA TERKAIT