02 October 2020, 09:05 WIB

Kemenkes Waspadai Transmisi Penularan Covid-19 di Lokasi Bencana


Zubaedah Hanum | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan mengirim 1.036 alat pelindung diri (APD) dan 1.180 masker N95 ke lokasi bencana tanah longsor di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, setelah dilanda hujan ekstrem pada Senin 28 September 2020 sekitar pukul 01.30 WIT.

Bantuan dikirimkan atas perintah langsung Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kepada Kepala Pusat Krisis Kesehatan dr Budi Silvana. Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan langsung oleh dokter Budi kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara Usman di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Kamis (1/10).

“Ini bantuan tahap awal. Kebutuhan yang urgen nanti akan didiskusikan dengan kepala dinas kesehatan daerah,” kata dokter Budi seperti dilansir dalam laman Kemenkes.

Dalam musibah longsor itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 11 warga dan 3 orang luka-luka. Selain korban jiwa, bencana ini berdampak pada 19 rumah warga.

Kepada otoritas kesehatan setempat, dokter Budi mewanti-wanti potensi transmisi virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 yang bersumber dari mobilitas manusia. "Karena itu pemeriksaan pendatang di bandara dan di pelabuhan harus diperketat," tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pencegahan di tingkat keluarga harus dilakukan untuk tetap selamat di tengah ancaman bahaya longsor bahkan bencana alam lainnya.

Tidak ada posko dan tempat pengungsian karena longsor tersebar di banyak titik dan berskala kecil. Namun, penanganan sudah terkendali oleh berbagai unsur seperti Kementerian Kesehatan, BNPB, TNI, dan POLRI.

Pemerintah, kata Budi, menyampaikan prihatin dan berduka atas bencana tanah longsor yang terjadi di Tarakan. Pihaknya berjanji akan terus memantau penanganan pandemi dan kesiapiagaan menghadapi bencana lainnya. (H-2)

BERITA TERKAIT