01 October 2020, 23:18 WIB

Kemenkominfo : Pandemi Momentum Percepatan Transformasi Digital


Syarief Oebaidillah | Humaniora

SEBELUM Pandemi Covid-19, Indonesia diperkirakan baru akan mengalami kemajuan teknologi beberapa tahun ke depan. Namun, wabah ini menjadikan transformasi digital berlangsung lebih cepat. Pandemi Covid-19 dapat dilihat melalui perspektif lain, yakni sebagai momentum bagi percepatan transformasi digital.

Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen SDPPI Kemenkominfo) Ismail, Kamis (1/10), dalam diskusi kelompok terforkus (FGD) secara virtual.

“Saya ingin mengutip pernyataan Presiden terkait Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita semua melakukan adaptasi kehidupan baru. Ini adalah momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital,” kata Ismail

Pembicara lainnya pada FGD tersebut adalah Tenaga Ahli Menteri Kemenkominfo Freddy H Tulung dan Direktur Penataan Sumber Daya pada Ditjen SDPPI Kemkominfo Denny Setyawan.

Ismail menegaskan, guna menangkap momentum transformasi digital ini, beberapa masalah perlu diselesaikan. Diantaranya, infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam meningkatnya kebutuhan broadband. Ketersediaan infrastruktur yang dapat diandalkan adalah suatu keharusan.

Senada dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo, Ismail mengungkapkan, ada beberapa langkah yang diambil. Pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, seperti penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta di titik-titik layanan publik.

Kedua, meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.

Baca juga : Indonesia Kekurangan 9 Juta Talenta Digital

Ketiga, integrasi pusat data nasional dipercepat. Keempat, kebutuhan sumber daya manusia talenta digital disiapkan. Indonesia membutuhkan talenta digital kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang lebih 600 ribu per tahun. Dan Kelima, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital.

Di sisi grassroot, lanjut Ismail, ada lima kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, setelah kurang lebih lima bulan menghadapi Pandemi Covid-19. Yakni, pemanfaatan jaringan untuk bekerja dari rumah, meningkatnya digital payment, akses digital untuk kesehatan dan pembelajaran jarak jauh atau PJJ serta akselerasi transformasi digital dunia industri.

“Covid-19 telah membentuk perilaku masyarakat kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih baik,” tandas Ismail.

Menyinggung PJJ bagi siswa dan mahasiswa di Indonesia saat ini, Ismail mengatakan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Kemendikbud. Menurut Ismail, pihaknya membantu koordinasi dengan kalangan operator dalam distribusi kuota internet.

"Langkah percepatan kerjasama telah kami lakukan bersama Kemendikbud agar PJJ dapat berjalan baik, " kata Ismail

Freddy Tulung menambahkan, pemanfaatan internet secara massal menjadi pesan penting Menteri Kominfo.

"Kami berharap jangan sampai kuota internet untuk PJJ yang menelan angaran negara yang besar dimanfaatkann tidak konstruktif seperti bermain game ketimbang untuk belajar," pungkas Freddy. (OL-7)

BERITA TERKAIT