01 October 2020, 22:45 WIB

Hari Lanjut Usia Internasional, Lansia Diminta Adaptif


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

PERSATUAN Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 1 Oktober sebagai International Day of Older Persons (IDOP) atau Hari Lanjut Usia Internasional. Tahun ini merupakan peringatan ke-30 IDOP dan menjadi momen yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, kelompok umur yang meninggal dunia paling tinggi di kelompok umur lebih dari 60 tahun (lansia), yaitu 44%, sedangkan kelompok umur 46-59 tahun sebanyak 40% dan pada umur 31-45 tahun sebanyak 11,6%.

Dokter Lazuardhi Dwipa, SpPD-KGer mengimbau para lansia untuk tetap berada dan beraktivitas di rumah karena mereka menjadi kelompok yang berisiko mengalami efek fatal jika terinfeksi. Apalagi, jika mereka memiliki riwayat penyakit kronis.

"Cara yang bisa dilakukan oleh para lansia di tengah masa new normal yaitu, menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan tetap jaga jarak jika beraktivitas di luar rumah, dan olahraga ringan secara rutin," ujarnya, belum lama ini.

Lazuardhi mengimbau agar para lansia sebisanya tetap berada dan beraktivitas di rumah, membatasi berkumpul atau beraktivitas diluar rumah, tetap memperhatikan nutrisi makanan harus bergizi dan seimbang sehingga imunitas tubuh pada lansia tetap terjaga. (H-2)

BERITA TERKAIT