01 October 2020, 22:17 WIB

Petinggi Bursa Efek Diperiksa dalam Kasus Jiwasraya


Tri Subarkah | Ekonomi

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dari belasan yang diperiksa, beberapa nama merupakan petinggi Bursa Efek Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, penyidik memeriksa Endra Febri Setyawan yang emrupakan Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi BEI. Endra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Prospera Asset Management. Selain Endra, penyidik juga turut memeriksa Salmon Sihombing untuk tersangka korporasi yang sama.

Petinggi BEI lain yang diperiksa adalah Adi Pratomo Aryanto selaku Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Sinarmas Asset Management.

"Saksi untuk tersangka PT Oso Manajemen Invesatasi yaitu Irfan Susandy selaku Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI," kata Hari melalui keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Sementara itu, Vera Florida yang merupakan Kepala Divisi Perusahaan II BEI turut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PT Millenium Capital Management. Untuk korporasi yang sama, penyidik juga turut memeriksa tiga orang lainnya, yakni Erdy Yuniarso selaku Head of Compliance PT NISP Sekuritas, Erwin Fernando Silalahi selaku PT NISP Sekuritas serta A YUDI TANUPRAJA selaku Head of Compliance PT Henan Putihrai Sekuritas.

Baca juga : IHSG Menguat Sambut Data Inflasi Tahunan

Dua orang saksi untuk tersangka korporasi PT Corfina Capital yang turut diperiksa adalah Gunawan Tjandra selaku Fund Manager PT Corfina Capital dan Elisa Yoshigoe Wijaya selaku Komisaris PT Corfina Capital.

Sedangkan untuk tersangka oknum Otoritas Jasa Keuangan, yakni Fakhri Hilmi, penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa Santini Dwiastuti yang merupakan Manager Keuangan PT Jasa Capital.

"11 orang saksi sebagai pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan Manager Investasi, Akuntan Publik maupun sebagai karyawan OJK keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan tugas atau perusahaannya," terang Hari.

"Dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia," tadasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT