02 October 2020, 07:30 WIB

Laman Google Arts & Culture Kini Tampilkan 1.100 Tekstik Batik


MI Weekend | Weekend

UNTUK merayakan Hari Batik Nasional, laman Batik Google Arts & Culture telah menambah beragam konten baru tentang batik. Laman tersebut kini berisi lebih dari 1.100 tekstik Indonesia dalam resolusi ulta-tinggi serta diambil menggunakan Art Camera. 

Adapun koleksinya terdiri dari 900 batik (45 pola batik baru), 200 tradisi tekstil Indonesia lainnya (seperti ikat, ulos, dan songket), 23 cerita digital pilihan kurator ahli, materi edukasi yang terintegrasi dan dapat diunduh bagi para pengajar, pelajar, dan orang tua, serta sorotan UKM batik lokal.

Pembaharuan koleksi itu diumumkan dalam webinar memperingati Hari Batik Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Tekstil Jakarta, serta Yayasan Batik Indonesia (YBI), dan Google Indonesia, Kamis (1/10).

Hilmar Farid, selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang turut hadir dalam webinar itu menuturkan bahwa batik telah menjadi pengetahuan tradisional sekaligus kerajinan selama berabad-abad dan Hilmar Farid juga mengatakan bahwa batik merupakan bagian dari siklus kehidupan.

“Batik itu bagian dari siklus hidup. Pada saat bayi lahir dibedong menggunakan kain batik sampai meninggal pun dibungkus dengan kain batik.,” ujar Hilmar. 

Hilmar mengatakan bahwa batik merupakan bagian dari identitas bangsa, karena pola dan teknik pembuatan batik yang ada di Indonesia sama banyaknya dengan jumlah pulau di nusantara. (Yulia Kendriya Putrialvita/M-1)

BERITA TERKAIT