01 October 2020, 23:00 WIB

Indonesia Kekurangan 9 Juta Talenta Digital


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

DEKAN Fisip Universitas Sumatra Utara (USU) Maryanto Amin, ada kesenjangan yang cukup lebar dalam menerapkan pemahaman digital di era revolusi digital 4.0. Dengan berkaca pada situasi riil di lapangan, terlebih pascapandemi covid-19.

“Skill sets lulusan ICT masih di bawah kebutuhan dan standar industri. Kita harus memperkecil gap ini,” tutur Maryanto dalam webinar nasional Digital Akademik bertajuk Mencari Jalan Keluar Kesenjangan antara Digital dan Analog, Kamis (1/10).

Ia mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan 9 juta talenta digital pada periode 2015-2030. Kesenjangan talenta digital di level A bahkan bisa mencapai 1,3 juta pada 2020 dan bertambah mencapai 3,8 juta di 2030 mendatang.

Maryanto menilai, untuk mengatasi kesenjangan tersebut, dosen perlu melakukan rekronstruksi Tri Dharma dengan melakukan pembelajaran secara terintegrasi, berorientasi pada hasil, menerapkan kurikulum yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi, dan menerapkan kerja sama antarbidang (multiple helix).

“Misalnya penyesuaian kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk dilakukan secara terintegrasi. Jadi hasil riset diajarkan, kemudian hasil riset, diabdikan ke masyarakat dan ini bisa dilakukan secara efektif dan efisien dengan menggunakan digitalisasi,” jelasnya.

Tri Dharma terdiri dari pendidikan dan pengajaran; penelitian dan pengembangan; serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga pilar ini menjadi dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual di negara ini. (H-2)

BERITA TERKAIT