01 October 2020, 20:50 WIB

Pandemi Covid-19 Mengubah Tatanan di Perguruan Tinggi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang telah berlangsung berbulan-bulan telah membawa perubahan yang mendasar bagi kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Fenomena ini dibahas oleh beberapa dekan dari sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Tanah Air.

Ketua Forum Dekan Ilmu Sosial PTN se-Indonesia Prof Armin Arsyad mengatakan, kemajuan teknologi dan informasi komunikasi telah sangat membantu dunia pendidikan, semua informasi dapat diakses di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.

“Pembelajaran tidak lagi dilakukan dengan kaku di dalam kelas secara luring, bisa secara daring, bisa berinteraksi melalui gadget. Pembelajaran jauh lebih simple, cepat, mudah, dan efisien,” kata Armin dalam webinar nasional Digital Akademik bertajuk Mencari Jalan Keluar Kesenjangan antara Digital dan Analog, Kamis (1/10).

Namun, sambung dekan FISIP Universitas Hasanuddin itu, ada pula sejumlah kelemahan yang muncul dalam pembelajaran daring. Misalnya, pembelajaran daring membutuhkan akses internet dan ketersediaan listrik yang memadai dan dukungan kuota data. Ditambah dengan masalah miskomunikasi dosen dan mahasiswa, serta masih adanya dosen yang belum mampu beradaptasi dengan digitalisasi.

“Dengan terjadinya perubahan sosial seperti ini dosen-dosen kita terbagi menjadi tiga golongan, pertama yang bisa mengikuti perubahan dari analog ke digital dia langsung bisa ikuti. Kemudian ada yang strees tapi bisa mengikuti, dan yang ketiga adalah tertinggal sama sekali. Ini banyak dialami oleh dosen-dosen senior yang menjelang pensiun,” ujarnya. (H-2)

BERITA TERKAIT