01 October 2020, 20:48 WIB

Pemkot Tasikmalaya Cegah Penyebaran Covid-19 dari Klaster Ponpes


Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran kasus Covid-19 dari klaster pondok pesantren (ponpes). Hingga kini, tercatat 86 santri positig mengidap virus yang berasal dari Tiongkok tersebut.

"Kami masih melakukan pelacakan terutama untuk meminimalisasi guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Komplek pesantren juga telah dilakukan isolasi sebagai upaya menekan penyebaran wabah virus lebih luas. Proses tracing itu sudah dilakukan sejak kemarin dan masih terus berjalan," ujar Asisten Daerah (Asda) 1 bidang pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Muksin, Kamis (1/10).

Menurut Ahmad Muksin, puluhan santri yang positif Covid-19, saat ini telah ditangani. Sebagian menjalani perawatan di RSUD SMC Singaparna dan sebagian lagi melakukan isolasi di komplek ponpes. "Masyarakat tidak usah resah atau takut karena gugus tugas selama ini sudah menangani para pasien," katanya.

Menurutnya, pihaknya selama ini hanya tetap berharap agar masyarakat bisa lebih tertib dan bisa menjalankan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan menjauhi kerumunan orang.

"Kami selama ini terus berupaya supaya masyarakat merasakan gejala persis Covid-19 untuk segera mungkin memeriksakan diri atau isolasi secara mandiri agar kondisi itu bisa ditangani," paparnya. (R-1)

BERITA TERKAIT