01 October 2020, 15:10 WIB

Hargai Inovasi Kesehatan Karya Anak Bangsa, IndoHCF Gelar IHIA


Eni Kartinah | Humaniora

INDONESIA Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang pentas inovasi karya anak bangsa di bidang kesehatan. Untuk tahun ini, acara yang sebelumnya bernama IndoHCF Innovation Awards tersebut berganti menjadi Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA).

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, mengatakan bahwa walau sedang dilanda pandemi covid-19, IndoHCF tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan ajang pentas inovasi kesehatan meski secara virtual.

Baca juga: Penilaian Teknologi Kesehatan dan Inovasi Layanan

Diadakannya IHIA IV-2020, kata Supriyantoro, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung penanggulangan pandemi covid-19 di Indonesia.  Apalagi saat ini seluruh dunia tengah berlomba menciptakan berbagai inovasi produk kesehatan yang bisa menjawab kebutuhan di saat pandemi.

“Harapan kami, apresiasi ini dapat memacu stakeholder dan inovator di bidang kesehatan untuk terus menciptakan lebih banyak lagi inovasi dan teknologi yang berkelanjutan guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya, Kamis (1/10).

Supriyantoro menambahkan, IHIA IV-2020 diharapkan dapat menjadi media penghubung antara para inovator, investor, pelaku bisnis, dan industri kesehatan dalam upaya melakukan hilirisasi dan pemanfaatannya di masyarakat. Hasil inovasi tersebut, nantinya dapat mengurangi ketergantungan akan produk impor di bidang kesehatan.

“Pandemi ini memberi peluang inovasi karya anak bangsa untuk bisa dan mampu bersaing dengan produk luar negeri. Saya optimistis Indonesia bisa segera lepas dari situasi ini dengan berbagai produk dan inovasi dalam negeri,”tuturnya.

IndoHCF sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia), pertama kali menyelenggarakan ajang tahunan itu pada 2017. Acara itu merupakan bentuk apresiasi kepada instansi/pemda, individu/kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Tahap pendaftaran/penjaringan peserta IHIA IV-2020 telah dimulai sejak  Januari hingga 30 September. Tahap seleksi 10 besar akan berlangsung mulai 1-10 Oktober dan selanjutnya sebanyak 10 peserta terbaik dari setiap kategori akan diumumkan pada pertengahan Oktober nanti. Adapun babak final dan penyerahan penghargaan akan diselenggarakan pada akhir Oktober atau awal November mendatang, dalam rangkaian acara yang dikemas secara khusus untuk memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke-56.

Indonesia Healthcare Innovation Awards IV-2020 (IHIA IV-2020) memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu: Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Alat Kesehatan, dan Information And Communication Technology (ICT) Bidang Kesehatan.

Adapun dewan juri yang akan terlibat dalam IHAI IV-2020 berasal dari instansi dan asosiasi kesehatan seperti Kementerian Kesehatan RI, Kemenristek/BRIN, LIPI, Akademisi, dan berbagai perwakilan organisasi di bidang kesehatan.

“Semoga segala upaya yang kita lakukan bersama ini mampu mengeluarkan Indonesia dari situasi darurat akibat Covid-19 dan segera bangkit,” pungkasnya.

Sementara itu, President idsMED Indonesia, Rufi Susanto mengatakan sebagai salah satu pendukung utama IHIA IV-2020, ia berharap para inovator Indonesia dapat menorehkan nama mereka di level global melalui platform ini. Menurutnya, menjadi sebuah kebanggaan bagi idsMED dapat turut berperan dalam perjalanan sejarah Indonesia dalam meningkatkan ketahanan kesehatan nasional. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT