01 October 2020, 18:38 WIB

618.588 Pekerja Bakal Terima BSU Tahap V


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DATA calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap V mencapai 618.588 orang. Data itu diperoleh dari BPJamsostek pada 30 September 2020.

"Dari data tahap V totalnya sebanyak  618.588 data penerima," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Kamis (1/10). 

Ida menambahkan, hingga saat ini data yang telah diterima oleh Kementerian Ketenagakerjaan dari BPJamsostek mencapai 12.4 juta orang. Dari data itu telah disalurkan bantuan kepada 10.778.261 penerima atau 92,48%. Sementara yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur adalah sebanyak 745.669 orang.

Rinciannya, pada tahap I BSU telah tersalurkan kepada 2.484.429 penerima atau setara 99,38% dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang; Tahap II telah tersalurkan kepada 2.981.533 penerima atau setara 99,38% dari total 3 juta orang ; Tahap III tersalurkan kepada 3.476.122 penerima atau setara 99,32% dari total 3,5 juta orang; dan tahap IV telah tersalurkan kepada 1.836.177 penerima atau setara 69,18% dari total 2,6 juta orang.

Ida menuturkan, selama proses penyaluran BSU dari tahap I, terdapat beberapa kendala yang ditemukan, sehingga menghambat penyaluran BSU, antara lain, duplikasi rekening; rekening sudah tutup; rekening pasif; dan rekening tidak valid dan dibekukan. Kendala lainnya adalah rekening pekerja  tidak sesuai dengan NIK atau rekening tidak terdaftar.

"Namun jangan khawatir, kami berupaya sebaik- baiknya untuk memeriksa dan melakukan ceklis sebelum menyalurkan bantuan melalui bank penyalur," ujarnya.

Baca juga : Perlu Skema Stimulus untuk Perkuat Industri Baja Nasional

Menurutnya, setelah seluruh tahap penyaluran ini selesai, maka penyaluran BSU termin I pun telah usai. Selanjutnya, dalam waktu kurang lebih 2 minggu ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran BSU termin pertama ini. Sedangkan untuk penyaluran termin II direncanakan mulai diberikan pada akhir Oktober 2020. 

Ida menambahkan, selain pekerja bergaji di bawah Rp5 juta, terdapat sektor lain yang juga sangat membutuhkan bantuan subsidi, yakni para guru honorer dan guru agama. Oleh karena itu, Kemnaker akan menyerahkan sisa anggaran dan mengembalikannya ke Bendahara Negara agar bisa dialokasikan.

"Sisa anggaran bantuan subsidi upah akan direlokasi untuk bantuan penghasilan bagi guru honorer dan guru agama  dengan Kemendikbud dan Kemenag sebagai leading sector," tuturnya Ida. 

Sementara Direktur BPJamsostek Agus Susanto, menyatakan bahwa hingga saat ini telah masuk 14,8 juta rekening. Namun dari 14,8 juta tersebut, terdapat 2,4 juta data yang tidak valid karena tidak sesuai dengan kriteria Permenaker dan gagal dikonfirmasi ulang, sehingga data yang valid sebanyak 12,4 juta.

"Data yang valid penerima bantuan subsidi gaji atau upah ini sebanyak 12,4 juta tersebut sudah kita serahkan kepada Kemnaker melalui beberapa batch," pungkas Agus. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT