01 October 2020, 17:33 WIB

Pemkot Cirebon belum Akan Terapkan Jam Malam


Nurul Hidayah | Nusantara

KOTA Cirebon, Jawa Barat masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Namun pemerintah setempat belum akan menerapkan jam malam bagi warga. Pemkot Cirebon memilik menerapkan sanksi tegas agar masyarakat dan pengusaha tertib mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengakui  bahwa saat ini Kota Cirebon sudah masuk zona merah untuk penyebaran covid-19. Azis mengatakan pihaknya akan mengambil sejumlah langkah demi memutus penyebaran covid-19 di Kota Cirebon.

"Namun cara yang dipilih bukan dengan memberlakukan jam malam atau pembatasan operasional aktivitas perekonomian di Kota Cirebon. "Kami belum pada pengambilan keputusan menerapkan jam malam," ungkap Azis, Kamis (1/10).

Untuk itu, Azis mempersilakan kepada warga dan pelaku usaha untuk tetap menjalankan aktivitas usaha mereka seperti biasa. Namun Azis menegaskan prokes harus dijalankan secara disiplin. Untuk itu Azis mengaku sudah jauh-jauh hari memperingatkan kepada pelaku usaha di Kota Cirebon untuk lebih disiplin lagi menjalankan prokes karena mulai 1 Oktober ini sanksi tegas akan diberlakukan.

Bahkan Azis mengaku akan turun sendiri dan menutup langsung usaha yang tidak menjalankan prokes dengan disiplin. "Ekonomi yes, korona no," tegas Azis.

Selain berupaya terus menerus mendisiplinkan warga untuk menjalankan prokes secara ketat, Azis juga mengaku tes usap untuk menjaring warga  yang positif covid-19 akan terus dilakukan. Dinas Kesehatan Kota Cirebon bahkan memiliki dana yang cukup untuk melakukan pengetesan hingga akhir 2020 ini.

"Bagi masyarakat yang dinyatakan positif terpapar covid-19, jangan berkecil hati. Covid-19 Azis bukanlah aib dan bisa disembuhkan. Hanya dibutuhkan karantina agar tidak menularkan kepada orang lain," tegasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT