01 October 2020, 17:17 WIB

Petani Harus Bangkit demi Perkuat Ketahanan Nasional


Mediaindonesia.com | Nusantara

PROGRAM Tani Mandiri di Nusa Tenggara Barat (Taman Nusatera) akan menjadi role model pemberdayaan petani di berbagai daerah di Indonesia. Demikian disampaikan oleh putra keempat Wapres, Gus Syauqi Ma’ruf Amin, di Desa Kambilu, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (1/10/2020).

"Ini akan menjadi role model mengingat petanilah pahlawan ketahanan bangsa yang sebenarnya, tanpa produktivitas petani maka berhenti pula denyut nadi kehidupan berbangsa," kata Gus Syauqi yang juga Ketua Dewan Penasehat Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN).

Baca juga: Menguntungkan, Koperasi Petani Harus Didukung

Untuk diketahui, KMSN melalui Jaringan Kemitraan Adil Makmur Indonesia (Jaka Amin) bersama dengan Sintesa Persada memulai program Taman Nusatera dengan membudidayakan 10 ribu hektare jagung di 3 kabupaten, meliputi Bima, Dompu, dan Sumbawa serta budidaya 1.000 ekor sapi.

Saat peluncuran Taman Nusatera, penyerahan program KUR untuk petani dan peternak di Pulau Sumbawa berlangsung secara simbolik. Gus Syauqi secara simbolik juga menyerahkan bantuan bibit sapi dan peralatan pertanian kepada para petani dan peternak yang hadir.

Gus Syauqi menambahkan, petani jangan hanya menjadi simbol ketahanan pangan. Menurut dia, petani harus bangkit dan bekerja sama dengan semua pihak dalam mewujudkan bangsa yang berdaulat dan bermartabat. "Sekali lagi, petanilah pahlawan ketahanan bangsa."

Kegiatan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga peserta yang telah telah teregistrasi yang diizinkan masuk ke lokasi acara.

Di sisi lain, Plt Bupati Bima Muhammad Husni dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya karena Kabupaten Bima dijadikan lokasi peluncuran Program Taman Nusatera. Ia menegaskan, Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa ini potensinya luar biasa.

"Saya percaya dengan hadirnya Gus Syauqi di sini akan memicu meningkatkan produktivitas petani dan peternak di Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat adalah salah satu lumbung pangan nasional di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Ini Penjelasaan Nilai Tukar Petani Turun di Saat Panen Raya

Ketua Sintesa Persada Idham Darmawan menambahkan, pihaknya akan melakukan pendampingan secara optimal kepada para petani di Sumbawa untuk menjadikan Nusa Tenggara Barat provinsi penghasil pangan 3 besar di Indonesia.

“Kami akan mengajak semua pelaku pertanian baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta untuk mendukung program ini, ada BNI 46, Jasindo, Pupuk Kaltim, PT BISI dan PT Bayer,” tegas Idham. (RO/A-3).

BERITA TERKAIT