01 October 2020, 17:14 WIB

Rupiah Menguat Dipengaruhi Ekonomi AS


mediaindonesia.com | Ekonomi

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (1/10) sore ditutup menguat, didukung data-data ekonomi Amerika Serikat. Rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,3% menjadi 14.835 per dolar AS dari sebelumnya 14.880 per dolar AS.
 
"Penguatan rupiah hari ini lebih banyak didukung sentimen global," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis. Menurut Ariston, data-data ekonomi AS yang dirilis semalam seperti data tenaga kerja, data PDB kuartal II final, dan data penjualan rumah lebih bagus dari ekspektasi pasar.
 
Hal tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan pemulihan ekonomi AS dan menyebabkan dolar AS melemah. Selain itu, proses negosiasi stimulus paket kedua AS antara DPR Partai Demokrat dan pemerintah yang mewakili Republik juga membantu meredakan kekhawatiran investor.
 
Dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,05% pada September 2020 atau sama dengan periode Agustus-Juli yang juga mengalami deflasi. Dengan terjadinya deflasi, inflasi tahun kalender Januari-September 2020 mencapai 0,89% dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,42%.
 
"Laju inflasi tidak terlalu berpengaruh dengan pergerakan rupiah hari ini karena hasilnya deflasi dan ini bisa diartikan ekonomi masih belum berjalan dengan baik," ujar Ariston. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi 14.810 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran 14.810 per dolar AS hingga 14.853 per dolar AS. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT