01 October 2020, 17:03 WIB

Diduga Mata-Mata, 4.000 Pelajar Tiongkok Ditargetkan Otoritas AS


Faustinus Nua | Internasional

OTORITAS Amerika Serikat (AS) mengambil tindakan terhadap 4.000 pelajar Tiongkok. Itu sekitar 1% dari total pelajar Tiongkok di Negeri Paman Sam yang mencapai 400.000 orang.

Langkah ini mengantisipasi upaya Tiongkok yang diduga mengumpulkan informasi terkait AS. Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Matt Pottinger menyebut sebagian besar mahasiswa Tiongkok disambut baik.

Namun, kebijakan pengawasan penting dilakukan untuk melindungi AS dari ancaman Tiongkok. "Presiden Trump telah mengambil tindakan untuk menargetkan 1% dari jumlah besar itu. Termasuk, menargetkan peneliti Tiongkok yang berafiliasi dengan militer,” ungkap Pottinger.

Baca juga: Dunia Tidak Boleh Didominasi Konflik AS-Tiongkok

Pemerintah juga mengawasi individu yang datang untuk mendapatkan akse teknologi dan informasi AS. "Teknologi yang akan berguna untuk kemajuan militer Tiongkok atau penindasan rakyat mereka sendiri,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Pottinger mengatakan mayoritas mahasiswa Tiongkok cukup disenangi di negaranya. Banyak yang menetap dan memulai usaha di AS.

Baca juga: Kasus Melonjak, Sudah 7 Juta Warga AS Terinfeksi Covid-19

Hubungan AS dan Tiongkok jatuh pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Dua ekonomi raksasa dunia terlibat konflik karena sejumlah persoalan. Mulai dari perdagangan, isu hak asasi manusia (HAM), hingga covid-19.

Bulan ini, otoritas AS mencabut visa terhadap 1.000 pelajar dan peneliti Tiongkok, yang dianggap memiliki riisko keamanan. Tidak terima, otoritas Tiongkok menyebut kebijakan itu sebagai pelanggaran HAM.

Di lain sisi, banyaknya mahasiswa Tiongkok yang belajar di AS memberikan keuntungan bagi sejumlah universitas. Namun, pandemi covid-19 menghambat pelajar Tiongkok untuk kembali ke kampus pada musim gugur ini.(CNA/OL-11)

BERITA TERKAIT