01 October 2020, 16:32 WIB

Pembangunan Pelabuhan Pangkal Balam Diharapkan 2021


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menyetujui rencana pembangunan pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya, pelabuhan di daerah itu saat ini kurang representatif.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Kamis (1/10). "Mau tidak mau pelabuhan harus dikembangkan. Pelabuhan yang tersedia hanya untuk kapal berkemampuan 3.000 gross ton (GT)," kata Erzaldi.

Di beberapa negara, sebutnya, kapal yang sandar di pelabuhan sudah ratusan ribu GT. Pelabuhan dibangun di lepas pantai yang tidak masuk ke kota. Oleh karena itu, Pemprov Babel berkeinginan membangun pelabuhan yang representatif.

"Dari 2017 kami mencanangkan rencana induk pelabuhan, Pangkalbalam, harus dipindahkan tak lagi di kota tapi di muara pantai," bebernya. Ia menyebutkan pada 2021 Kemenhub akan mendukung keinginan Pemprov Babel itu.

Kondisi pelabuhan Pangkalbalam saat ini, menurut dia, memang kurang representatif. Karena di muara, pendangkalan alur kerap menjadi penghambat. Ditambah lagi, pasang surut yang membuat kapal tidak leluasa masuk ke pelabuhan.

Hal itu akan menambah biaya dalam transportasi keluar-masuk kapal dan menghambat dalam melakukan ekspor ke berbagai negara. "Semoga pelabuhan yang baru nanti bisa segera dibangun dan saya yakin kita akan lebih maju," ucap dia. (OL-14)

BERITA TERKAIT