01 October 2020, 16:07 WIB

Realisasi Anggaran OJK Capai 64,5%


Despian Nurhidayat | Ekonomi

SAMPAI dengan 28 September 2020, realisasi anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai Rp3,86 triliun, atau 64,5% dari total anggaran pengeluaran pada 2020 sebesar Rp5,99 triliun. Dengan demikian, saldo anggaran tersisa sebesar Rp2,13 triliun.

"Dari saldo ini, seluruhnya akan terserap sampai dengan 31 Desember 2020 sebagaimana prognosa yang disampaikan oleh jajaran satuan kerja," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR, Kamis (1/10).

Wimboh menambahkan, realisasi anggaran dan pagu untuk masing-masing sektor, sebagian besar dilakukan untuk mendukung kegiatan, seperti logistik dan sumber daya manusia yang mendukung fungsi utama OJK dalam melakukan pengawasan dan pengaturan sektor jasa keuangan. OJK juga senantiasa berinisiatif untuk melakukan program strategis yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Program tersebut yaitu mengungkit potensi ekonomi di daerah, mendigitalisasi UMKM dan Layanan Keuangan dari Hulu sampai hilir dan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat," kata Wimboh.

Menurut Wimboh, OJK meyakini bahwa masih banyak potensi-potensi di daerah untuk dapat mendorong pertumbuhan perekonomian. Untuk itu, fokus program OJK sebagian besar menyasar perluasan akses keuangan di daerah dan masyarakat atau usaha kecil dan ultra mikro, seperti Bank Wakaf Mikro (BWM), program Jaring, Laku Pandai, TPAKD, BumDes Center, dan Pilot Project KUR Klaster di berbagai daerah. (OL-14)

BERITA TERKAIT