01 October 2020, 15:47 WIB

Turun, Denda Melanggar Protokol Kesehatan


Heri Susetyo | Nusantara

SEBANYAK 794 warga yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) menjalani sidang terjadwal kedua di Gedung Indoor Tennis Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10). Mereka dikenai hukuman membayar uang denda Rp50 ribu subsider tiga hari kurungan penjara.
 
Nilai denda Rp50 ribu itu turun dibandingkan sidang pertama pada pekan lalu. Soalnya, para pelanggar prokes yang menjalani sidang pertama harus membayar denda Rp150 ribu subsider tiga hari.

Hakim Afandi Widarijanto mengatakan nilai denda tersebut merupakan hak prerogatif hakim yang memutus sidang. Sidang hari pertama sengaja diterapkan denda Rp150 ribu untuk memberikan shock therapy (terapi kejut) bagi warga pelanggar prokes agar jera. "Salah satu turunnya nilai denda karena pelanggaran prokes semakin turun dan pertimbangan ekonomi di masa pandemi," kata Afandi.

Secara angka, jumlah pelanggar prokes yang menjalani sidang terjadwal ini sebenarnya meningkat. Sebab sidang terjadwal pertama hanya ada 733 pelanggar dan sidang terjadwal kedua ada 794 pelanggar.

Namun saat periode pertama juga ada ratusan pelanggar prokes lain yang langsung menjalani sidang dan membayar denda di tempat. Jika diakumulasi, angka pelanggar prokes periode kedua relatif menurun.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Widyantoro Basuki mengatakan, tujuan operasi yustisi bukan untuk mendapatkan uang denda sebesar-besarnya. Tujuan operasi yaitu memberi efek jera agar warga patuh menerapkan prokes.

"Sidang hari kedua ini sudah mengalami penurunan sekitar 10%. Sebelumnya ada ribuan yang mengikuti sidang di tempat dan sidang terjadwal," kata Widyantoro. (OL-14)

BERITA TERKAIT