01 October 2020, 15:35 WIB

Ekspor DKI Jakarta Naik 4,09% atau Sebesar US$ 852,94 juta


Hilda Julaika | Megapolitan

BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan aktivitas ekspor DKI Jakarta mencapai 4,09%. Menurut Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga kenaikan ini dipicu oleh naiknya ekspor ke Malaysia, Tiongkok, dan Hongkong.

Hal ini membuktikan kinerja ekspor Jakarta terus membaik. Meski ekspor nasional maupun ekspor melalui pelabuhan Jakarta saat ini menunjukkan penurunan.

“Nilai ekspor pada bulan Agustus 2020 sebesar USD 852,94 juta atau naik sebanyak 4,09% bila dibandingkan dengan Juli yang hanya sebesar USD 819,44 juta,” kata Buyung Buyung dalam konferensi per secara virtual, Kamis (1/10).

Namun, jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 ekspor DKI Jakarta yang mencapai USD 1.011,73 juta. Artinya mengalami penurunan sebesar -15,64%.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Agustus 2020, Ekspor Jakarta ke sebagian besar negara-negara tujuan utama meningkat, terutama ekspor ke Malaysia, Tiongkok, dan Hongkong. Ekspor ke Malaysia meningkat USD 24,80 juta (39,38%) dibanding bulan sebelumnya. Ekspor ke Negeri Jiran ini didominasi oleh kendaraan dan bagiannya, barang-barang dari kulit, dan mesin-mesin/pesawat mekanik.

Sementara, ekspor ke Tiongkok naik USD 19,18 juta (27,37%). Komoditi yang banyak diekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut di antaranya ikan dan udang, lemak dan minyak hewan/nabati, dan berbagai produk kimia.

Ekspor ke Hongkong juga menanjak cukup signifikan dengan peningkatan USD 16,43 juta (94,67%), dengan mayoritas barang yang diekspor berupa perhiasan/permata, mesin/peralatan listrik, serta ikan dan udang.

“Tingginya peningkatan ekspor ke tiga negara tersebut memicu naiknya ekspor Jakarta,” jelas Buyung.

Sementara itu, impor DKI Jakarta juga ikut mengalami kenaikan di bulan Agustus sebesar 8,28% dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian angka tersebut lebih rendah 30,93% dibanding Agustus 2019. Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2020 impor Jakarta selalu berfluktuasi. Secara total impor Jakarta dalam delapan bulan tersebut senilai USD 32.759,48 juta, merosot 21,40% dibanding periode yang sama tahun lalu. (OL-13)

Baca Juga: Pemkot Bekasi Keluarkan Maklumat untuk Tekan Penyebaran Covid-19

BERITA TERKAIT