01 October 2020, 15:19 WIB

Staf Ahli Jaksa Agung Diperiksa Terkait Kebakaran


Deden Muhamad Rojani | Politik dan Hukum

MABES Polri mengungkapkan penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat tinggi Kejaksaan Agung terkait kebakaran di gedung Kejagung, Kamis (1/10).

"Kegiatan penyidikan pada hari ini peretama penyidik telah pemeriksaan terhadap saksi 4 orang terdiri dari Staf Ahli Jaksa Agung," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, di Jakarta, Kamis (1/10).

Awi mengatakan, pihaknya masih merahasiakan identitas Staf Ahli Jaksa Agung ST Burhanuddin itu, karena proses penyelidikan sedang berlangsung.

"Saat ini sedang berlangsung tentunya nanti akan melengkapi terkait berkas perkara yang disusun penyidik," ujar Awi.

Baca juga: Budiman Sudjatmiko: Pak Gatot, Anda Sehat?

Selain itu, Awi menyebut, pihaknya juga memeriksa Biro Hukum Kejaksaan dan Staf Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada hari ini.

Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa adanya tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam pada gedung tersebut.

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.

Penyidik menemukan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame atau nyala api terbuka.

Adapun api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkir, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.

Dugaan peristiwa pidana itu didapati setelah penyidik melakukan olah TKP dan pemeriksaan kepada 131 saksi yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, Bareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran. (OL-4)

BERITA TERKAIT